amsaLFoje -A Long Life Learner-
pixabay
Masih tergambar jelas di kepala saya beberapa bulan lalu saya duduk di ruang IGD, melihat wanita dan pria berseragam tosca dan ungu seliweran di depan saya. Dengan mulut ditutup masker, mereka bolak balik menghampiri orang-orang yang terbaring lemah di atas tempat tidur pasien. Sesekali mereka kembali ke meja di tengah-tengah ruangan untuk mengecek laporan sambil bercanda bersama teman-teman kerjanya.
Beberapa hari ini liat Aki mulai kurusan. Hohoho..Puji Tuhan. Padahal fitnesnya sedang tidak teratur. Beberapa kali membicarakan hal ini dan kami mengambil kesimpulan kalau gaya hidup (makan) kami yang membuat Aki kurusan.

Jadi, dari dulu Mama mertua memang selalu membiasakan masak dengan garam yang minim, gula yang minim, banyak makan sayur, dan mengurangi daging. Kebiasaan ini juga dikarenakan Mama mertua ada darah tinggi dan mau tidak mau seluruh keluarga ikut terbawa karena beliau yanng masak... hehehe...
Aki banyak cerita tentang kebiasaan ini sejak kami pacaran. Dari situ saya tahu kalau Aki tidak suka makanan yang terlalu asin. Dia lebih memilih makanan yang enak karena banyaknya bumbu dan rempah-rempah daripada enak karena penyedap (garam dan MSG).
Huihh.. Pengeluaran rumah tangga bakal lebih banyak setelah Gi bakal lahir. Gaji Aki sih udah pasti naik, tapi saya sendiri ingin sekali membantu mendapatkan uang  tambahan. Terutama untuk mempersiapkan dana pendidikan atau apalah nantinya buat Gi atau mungkin akan ada adiknya nanti (eeeaa...bocah belum lahir udah ngomongin adik).



Sebelum nikah, saya pernah bertanya pada diri sendiri. Kenapa saya kudu pilih Aki? Apa yang membuat saya sayang sama dia?? Dulu saya ga tahu jawabannya. Ahahahha... Cuma bisa bilang, nyaman dan nyambung.
Setelah saya renungkan saat sudah menikah, saya menemukan beberapa hal yang akhirnya membuat saya mau kena ‘jebakan’ Aki dengan sukarela.
Ooopsss... Tapi yang perlu saya luruskan dulu di sini, saya dan Aki membangun hubungan tidak ‘sekudus’ yang kelihatannya. Hubungan kami terbangun mengalir sama seperti orang normal kebanyakan, HANYA saja kami tetap melibatkan Tuhan dalam prosesnya.
Jadi, Aki itu, pada masa PDKT..
Dear GLMS,

Waktu cepat berlalu ya. Tidak terasa usiamu sudah 12 minggu. Tahu tidak? Buat Mama tetap terasa lama, pengen cepet-cepet gendong kamu. Tapi yaaa... Segala sesuatu indah pada waktunya. Lagian Mama masih mau manjain Papa kamu dulu.

Selama dari minggu ke 8 sampai 12 ini, perjuangannya makin bertambah ternyata. Mama makin sensitif dan makin susah makan. Bukan karena mual, tapi karena lidah Mama terasa hambar. Minum air putih saja malas sekali. Ya, kalo nanti kamu hamil (kalau kamu perempuan) atau punya istri sedang hamil ( kalau kamu laki-laki) tetap semangat ya, Nak. Jangan pernah ada keluhan keluar dari mulutmu. Mama juga begitu karena kamu adalah berkat yang Tuhan berikan. Yahh kalau mengeluh juga palingan sama Bapa di surga :D.

Saya sudah pernah cerita kesaksian saya selama proses pembuatan video pre-wedding ini di Bola Mukjizat Yang Retak 4. Nah, yang mau tahu hasilnya (Dhieta sama Febe pasti sudah lihat) ada di sini.

Ini hasil kerja keras adik saya. Terima kasih banget sama dia yang sudah mau susah payah nyiapin semuanya. Buat temen-temen yang lagi persiapan buat nikah dan ingin membuat video pre-wedding, mungkin ini bisa jadi masukan atau contoh. Tergantung pasangan masing-masing sih.

Ngomong-ngomong di video ini saya kelihatan banget melarnya. Akakka... Apalagi yang waktu settingnya bukit. Huiihhh... Karena bahagia kali yaa.. EEaaaa... Aki juga lagi endut-endutnya tuh :p




Udah masuk Desember ya?? Hehehhe... Udah mau nambah umur dan jadi lebih tua dari Aki lagi. Huiksss...
Beberapa minggu lalu, saya minta hadiah sama Babe dan beberapa minggu sebelum-sebelumnya malah udah bilang ke Aki

" Give me a baby or give me a puppy or give me both.." 

Akkakakka... Bini ga sopan yaa. 
Entah kenapa pengen cepet-cepet punya jabang bayi *halah. Akhirnya pas waktu masuk bulan Desember, walaupun ga dalam posisi doa, lipat tangan dan tutup mata, saya bilang sama Babe dengan serius dan 'tatapan tajam'...

" Be, hadiah tahun ini testpack + yaa.."
Beberapa bulan sebelum menikah, saya terngiang-ngiang kalimat ini -- Jatuh cinta itu karena hormon cinta dan hormon itu hanya bertahan 3 bulan. Sama seperti di awal-awal pernikahan, keromantisan biasanya hanya akan terasa manis selama 3 bulan dan selanjutnya akan terlihat jelas borok-borok pasangan. ---

http://www.colourbox.com/preview/1269948-119406-romantic-couple-enjoying-walk-in-park.jpg


Ok, saya setuju dengan kalimat itu walau tidak pernah membuktikan teori tersebut. Waktu teringat kalimat itu saya berdoa pada Tuhan, 

Tuhan, saya tidak mau perasaan kasih saya pada suami saya nanti karena hormon. Karena zat kimia yang sebenarnya bisa saya kendalikan dengan pikiran saya. Tuhan, saya mau hormon itu ada di dalam diri saya sampai kematian memisahkan kami. 
Sejak menikah, entah kenapa saya merasa menjadi lebih stabil (plegmatis). Kenapa mikir begitu ya?? 
Waktu salah satu sahabat saya datang ke kosan untuk berkunjung--Thank you Rinaaa... Saya bingung mau ngobrol apa. Hahahha... Maksud saya, biasanya kalau bertemu dengan salah satu sahabat saya, saya ingin menceritakan sesuatu, tapi waktu itu otak saya seperti kosong. Tidak ada yang ingin saya ceritakan. 

Entah kenapa saya jadi lebih hati-hati menjaga mulut saya. Mungkin karena saya sudah komitmen tidak akan menceritakan masalah rumah tangga saya dengan sembarangan. Belum lagi pemikiran ingin menjaga hati sahabat saya yang masih single ini agar tidak jadi menggebu-gebu ingin menikah. Ahahhaha... Soalnya saya kadang begitu kalau baca cerita orang.

Akhirnya saya bertanya pada dia, bagaimana keadaan dan pergumulannya yang sedang dia hadapi. Dari situ akhirnya saya baru bisa mengeluarkan apa yang saya pikirkan akhir-akhir ini dan membagikan beberapa perubahan kebiasaan, situasi dan tanggung jawab setelah saya menjadi istri.

Ah, ya.. Sori, Rin kalau saya jadi makin kaku. Bukannya tidak mau cerita juga. Ga jarang sih seperti yang pernah saya ceritakan pada Rina, kalau sudah cerita sama Babe, saya jadi tidak tahu mau cerita apa. Sekarang, waktu saya makin banyak untuk ngobrol dengan Babe. Tidak ada keluhan dan tidak stress yang menekan. Merasa tidak ada yang tidak perlu diceritakan. Ahahhaha... Seolah hal-hal buruk saja yang bisa diceritakan :p.

Ya, yang pasti saya merasa semakin stabil. Anehhh.. Apakah semua istri-istri mengalami ini??




Kehidupan baru sudah pasti rutinitas baru. Kalau awal-awal orang pasti pada nanya, ‘Enak ga nikah?’ … Nikah itu enak. Enaknya karena bisa curahin kasih sayang 100% ke suami. Kasih yang terbaik tanpa perlu ngerasa salah dan ngebatasin diri. Kalau kita memberi perhatian ke sahabat, ponakan atau siapa gitu kan masih mikirin ini itu. Bagus ga ya… Etis ga ya… Belum lagi batasan jarak dan waktu. Nah, kalau sama suami ya bebas-bebas aja, batasannya cuma satu, - memberi kasih sayang sesuai bahasa kasih kita tanpa mengabaikan bahasa kasihnya suami-… ekkekeke.. kalau ga, ya ga nyampe deh tuh hujan kasih sayangnya.
Yang agak jadi pergumulan tuh masalah waktu. Enak sih kalau ga usah kerja, tapi pernah suatu hari Sabtu, Aki harus pergi ke acara kantor sampai jam 12 siang. Ok, seneng saya bisa istirahat dan beresin kosan (weekend sebelumnya keluar muluuu), mulai dari nyuci, ngepel, masak nasi, beresin ini itu dan selesai jam 9 lewatan. Sisanya?? Bengong ga tahu mau ngapain. Saya langsung kepikiran, “ Gila, kalau gua jadi ibu rumah tangga bisa bego seharian di rumah kalau otak gua kagak dipake.” … Akhirnya mutusin, mumpung belum punya bocah, ya kerja sepuasnya. Ntar kalau resign dan ga ada kerjaan, ya cari kesibukan. Nulis atau apa. Ogah banget kalau Aki pulang, saya sambut dengan omelan, mulut manyun, dan nyerocosin intimidasi (sepertinya saya ada bakat jadi ibu-ibu yang macam begitu – amit2). Kebayang kalau saya di posisi Aki diperlakukan kayak begitu juga ga mau.
OMG, waktu cepat sekali berlalu. Beberapa minggu ini sibuk mengurus kegiatan TMIS – Spectrum Cup 2013. Bawaannya stress dan capek. Padahal dibanding anak-anak OSIS dan rekrut yang udah capek sekolah dan harus lembur juga kerjain ini itu, kayanya kerjaan saya tidak seberapa. Saya hanya mengawasi dan membantu printilan. Jam 7 sudah langsung pulang karena ga mungkin pulang lebih malam dari Aki (jadi istri yang baik itu ga gampang saudara-saudara -.-).


Pulang dari Ubud, Pak De membawa kami mencoba kopi luwak Bali. Bukan di coffee shop atau pun warung kopi, tapi di dekat sawah-sawah. Kami disambut seorang Mba dengan senyum ramah dan kami diajak melewati beberapa kebun rempah-rempah. Dengan lembut dan sabar ia menjelaskan mereka menanam apa saja. Dari jahe, kunyit, kopi, coklat, sere, dan banyak lagi. Ga jauh dari kebun-kebun ada seperti bale-bale seorang ibu lagi ongseng-ongseng biji kopi. Di situ Mba menjelaskan kalau kopi mereka diolah dengan cara tradisional (apinya pakai arang, bahannya ditumbuk dan disaring manual). Ga cuma kopi, tapi juga teh dan minuman-minuman herbal lainnya.
Setelah melihat-lihat kami dipersilahkan duduk di bangku-bangku seperti di warung kopi hanya saja tidak ada tembok. Kami bebas melihat pemandangan sawah yang luas. Mba tadi mengatakan akan menyuguhkan minuman produk mereka (di cangkir kecill) dan kalau kami mau, mereka akan menyuguhkan kopi luwak dan membayarnya dengan harga hanya Rp.50.000. Mumpuuunggg … harganya Cuma 50rebeng, saya dan Aki langsung memesan dua cangkir. Untungnya minuman yang lain gratisss :p.




Semangat!! Antusias!! Menggebu-gebu dan tidak sabar ingin cepat berangkat, itu yang saya rasakan saat menjelang  hari untuk waktunya jalan-jalan ke Bali – alias – Honey Moon …
Maaf kalau saya norak dan kampungan. Ke Bali aja kok heboh amat. Yaaaa, dikarenakan saya dan keluarga tipe yang ga pernah jalan-jalan jauh – selain melintasi pulau sumatra untuk sampai ke Tanah Toba, kami tidak pernah berwisata ke tempat lain. Yogya aja tidak pernah, apa lagi Bali.
Nah, Aki juga ga jauh beda dengan saya. Belum pernah ke Bali, tapi dia lebih maju sedikit.. Sudah pernah ke Yogya beberapa kali. Sekali sama rombongan teman-teman komsel, 2 kali acara dari kantor. Ampe cinte mati die sama Yogya.

Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates