amsaLFoje -A Long Life Learner-

 


Kok bisa orang gagap nerima kebaikan dan kasih sayang? Iya, bisa. Berawal dari rasa takut dimanfaatkan, takut kebaikan yang kita terima jadi hutang kepada orang tersebut. Tentu saja pemikiran seperti ini sebagian besar hasil dari pola asuh plus pengalaman masa lalu (atau melihat, mendengar pengalaman orang lain).



Semalem pillow talk sama laki

Keluarga kami punya karakter mau belajar, mau disiplin, tapi kalau ada kejadian dalam keluarga yang bikin rutinitas kami terganggu, balikin rutinitasnya lama lagi. Ngumpulin moodnya susah payah lagi.

 


Hai kamu yang suka ga enakan!! 

Sini merapat! Gw mau cerita. Sebenarnya ini pengingat buat diri gw sendiri juga sebagai mantan manusia yang ga enakan. Biar pun mantan, rasa ga enakan itu pun masih suka menguasai sikap gw di kehidupan sehari-hari. 

Dapurku sayang. 


Cara mengatasi malas cuci piring..

Kalau lo lagi nyari tahu caranya, paslah lo mampir di blog gw ini. Karena... Gw pun ga tahu cara mengatasi rasa malas itu. Hehehe

Ilustras: Lasma Works digital arts


Beberapa hari lalu gw melakukan kesalahan kecil pada Aki. Gw yang sudah mengiyakan akan membuatkan ia secangkir kopi, malah ga jadi bikin karena lupa waktu keasyikan menggambar. Untungnya masak airnya pakai pemanas otomatis, jadi ga ada cerita air gosong (pernah ini 😂).

 

Bermuka dua atau apa adanya? 

Sering ga sih kita dengar, manusia jaman sekarang bilang

"Gw tuh lebih suka sama orang yang apa adanya."

"Gw tuh ya emang orangnya kayak gini. Apa adanya."


Review buku Manage Your Day-To-Day

Beli buku fisik originalnya di
TOKOPEDIA

Tahun 2021 akan menjadi tahun ke 3 Lasma Works berjalan. Antara saya ga nyangka bisa sampai sejauh ini dan juga berasa, "Oh ternyata baru 3 tahun" saking sudah banyak yang digambar, dilihat dari frekuensi saya menggambar sebelumnya (ada orang yang menggambar lebih sering dan lebih banyak). 


Dalam perjalanannya, saya punya mimpi yang diam-diam dan malu-malu saya bangun di depan Tuhan dan saya sadar diri, gaya hidup saya yang saya jalankan selama ini ga akan bisa membawa saya ke sana. Ya gitulah, bangun sekenanya, tidur sekenanya, makan sekenya, olahraga sekenanya, lakukan tanggung jawab kalau mood aja dan lebih banyak maraton drakor atau scrolling twitter (sambil marah-marah sama pemerintah) 

Ya, bagaimana mau maju ya kalau gaya hidup saya tiap hari (ga tiap hari, tapi sebagian besar) saya jalankan kayak di atas.

Tapi mimpi terbesar saya yang menggerakkan saya sangat kuat pada perubahan adalah gimana nanti si bocah mengingat saya. Bekal apa yang akan saya wariskan? Omongan doang atau benar-benar teladan? 

Saya ga bisa bilang ke bocah "Kamu lakulan A, lakukan B," memberi nasehat tak terbatas kayak cell di excel tapi saya sendiri ga melakukannya. Bullsh** kan jadinya. Bahkan saya akan jijik sama diri sendiri. 

Akhirnya, saya pikir, saya harus mendidik diri saya sendiri dulu supaya saya bisa mencapai mimpi malu-malu saya dan jadi teladan buat si bocah. 

Sayangnya, hambatan pertama saya soal membagi prioritas, waktu dan tanggung jawab adalah cara berpikir saya yang tidak terstruktur. Berantakan. Melompat-lompat tanpa track yang jelas. Kenapa bisa kayak gitu? Karena tidak terlatih. Sejak kecil saya lebih banyak dikomando daripada melakukan sesuatu dengan kesadaran sendiri. 

Karena itu, saya perlu tahu apa yang harus saya lakukan dengan waktu, tenaga dan ruang saya yang terbatas. Antara mengurus keluarga, mengurus rumah, pendidikan si bocah, usaha dan mengurus diri saya sendiri. 

Saya suka membaca buku tapi tidak sesuka itu. Beberapa kali saya membeli ebook yang menarik dan dalam pencarian saya akam jawaban atas pertanyaan saya yang berat, akhirnya menemukan buku ini.

Manage Your Day to Day, dari judulnya saja sudah menunjukkan betapa saya membutuhkan buku ini. Tentu saja.. Saya tidak membelinya langsung. Saya mengintip previewnya dulu dan merasa lega, saya menemukan apa yang saya perlukan.



Buku ini ditulis oleh Brandon Sanderson dengan mengumpulkan cerita-cerita orang-orang yang sudah membuktikan keberhasilannya (kalau kita ukur dari harta, tahta). Bagaimana rutinitas mereka dan bagaimana cata mereka mengatasi kesulitan-kesulitan mereka di kehidupan sehari-hari. Terutama dalam hal mengatur prioritas dan waktu. 

Fyi, Brandon Sanderson Jocelyn K. Glei adalah salah satu pemimpin 99U. Sebuah website/platform yang mengajarkan tentang cara mewujudkan ide-ide kreatif

Lihatlah kata pengantar ini. Bagaimana bisa dia menjelaskan tentang saya? Iya, itu persis seperti saya. Kebiasaan buruk yang menguras energi, waktu yang terbuang, aplikasi yang semakin banyak. 

Saya kira saya doang yang seperti ini. 

Jadi, akui saja kalau itu mungkin kamu juga. Tidak perlu malu mengakui kelemahan dan mengatakan mungkin kamu membutuhkan buku ini juga. 

Tidak perlu penjelasan panjang kali lebar lagi ya. Kita cek daftar isinya saja. Coba lihat gambarnya. 


Sebagian besar dari daftar isi itu adalah masalah yang saya hadapi setiap hari. Saat membaca setiap bab dan bagian, saya merasa lega karena kendala yang saya hadapi tidaklah unik. Bahkan orang-orang yang dianggap sukses menghadapi masalah yang mirip dan paling penting mengatasinya, bukan membiarkannya. Dari cerita-cerita mereka yang real, nyata setidaknya saya punya contoh bagaimana cara melakukannya, mengatur hal-hal sepele yang sebenarnya memakan waktu dan tenaga. 

Saya membaca 1 bagian setiap malam sebelum tidur dan menandai beberapa hal yang penting. Saat mulai memahami beberapa hal, saya mulai melakukan perubahan dalam hidup. 

Share ke socmed hal-hal yang menurut saya sangat menohok membantu saya untuk mengingatnya lebih lama. 

Saya mulai mengatur waktu saya sebaik mungkin, mengurangi penggunaan socmed, menghapus aplikasi yang tidak perlu, menjauhkan diri dari kebiasaan nonton drakor maraton, memasukan jadwal olahraga dan berdisiplin dengan waktu istirahat (dengan tidak memikirkan pekerjaan). 

Hari ini minggu ke 4 saya menjalankannya. Sekalipun masih ada beberapa yang berantakan, saya mulai merasa lebih sehat secara pengelolaan waktu. Beberapa rutinitas mulai terbangun, beberapa kebiasaan buruk mulai saya tinggalkan. 

Apakah buku ini membuat saya menjadi lebih teratur? Tentu saja TIDAK. Keputusan, tindakan, dan komitmen saya untuk membuat perubahan yang menjadikan saya teratur. 


Baca juga: [Review] Wanita Yang Meninggalkan Karier - Larry Burket


TAPIIIIII, buku ini menolong saya untuk berpikir dengan cara yang lebih terstruktur. Saya menjadi lebih mengerti menyusun formula yang saya perlukan untuk hidup teratur dan produktif. 

Kamu tidak akan menemukan tips menyusun jadwal atau membuat to do list. Dalam buku ini kita diajarjan mengevaluasi kebiasaan-kebiasaan buruk dan mengatasinya. Sisanya, tergantung pada kita mengatur bagaimana baiknya. Karena waktu, ruang, dan sumberdaya setiap orang berbeda-beda. Kita harus menemukan formula yang sesuai untuk kita sendiri (saya akan menulis soal ini di lain waktu). 

Apakah buku ini layak untuk dibeli dan dibaca? YA. Buku yang terlalu sayang hanya untuk dibeli tanpa dibaca. Diluar dari penggunaan warna merah yang membuat mata agak silau (apalagi ebook), buku ini harus dimiliki semua orang yang ingin mengatur hari-harinya dengan baik. 

Manage Your Day To Day
Brandon Sanderson
Jumlah hal. 254

Berapa skornyaaaa? 
4.5/5






Hai Dik,

Apa kabarmu?? Bagaimana pelayananmu?? Kakak sudah menerima balasan suratmu dan kakak senang dengan responmu yang lemah lembut. Bukankah suatu hal yang menyenangkan bisa menjadi berkat bukan hanya di gereja, tetapi juga di rumah dan dimana pun kamu berada? J Kita sama-sama berjuang di dalam iman kita ya, Dik. Sama-sama belajar bertumbuh di dalam Tuhan J.

Ngomong-ngomong, di suratmu kau menulis tentang mimpi dan visimu lagi. Mungkin kau bingung karena sampai hari ini kau tidak tahu apa yang kau inginkan dan apa yang kau kejar. Tidak perlu merasa ciut, Adikku. Setiap orang diciptakan berbeda-beda. Ada yang diberi Tuhan melihat sesuatu dengan pandangan yang besar sehingga dia dianggap seorang yang visioner, tetapi ada juga orang yang memandang sesuatu dengan begitu detail dan cermat sehingga dia dianggap sebagai seorang yang praktis. Mana yang lebih baik?? Tidak ada yang lebih baik. Seorang yang visioner harus belajar untuk memiliki pandangan yang praktis agar bisa mencapai visinya dan seorang yang praktis harus belajar untuk melihat gambaran besar agar bisa melangkah lebih jauh.
Hai Adikku,




Sibukkah dirimu hari ini? Adakah yang kau pikirkan tentang hidup akhir-akhir ini??
Hari ini aku mengingatmu. Mengingat hari-hari dimana kau masih begitu kecil dan banyak bermain.  Kau begitu lucu dan menghibur hati. Itu dulu, beberapa tahun yang lalu dan aku menyadari betapa waktu telah banyak berlalu. Kau telah dewasa dan menjadi pria yang dewasa.

Adikku, berapa pun umurmu, bagiku kau tetaplah adikku, tempat dimana aku selalu merentangkan tanganku untuk melindungimu. Bukan karena kau kuanggap anak-anak, tapi hanya karena hatiku adalah hati seorang kakak.

Suatu hari, di saat OSIS sedang mengadakan acara besar dan mengundang banyak sekolah, kepanitiaan kami mengalami beberapa masalah. Salah seorang guru dari sekolah memanggil PIC A (perempuan) dari salah satu pertandingan dan menanyakan tentang jadwal. Mungkin karena sudah tertekan dan lelah, PIC A ini memanggil PIC B yang menangani pertandingan lain yang memang seharusnya ia yang menjawab. Waktu saya menanyakan ada apa, PIC A menanggapi dengan penuh emosi dan menyalahkan PIC B di depan guru tersebut. 

Saya waktu itu agak shock dengan reaksi PIC A dan agak malu pada guru tersebut. Bagaimana pun sebagai pembina OSIS saya mengharapkan anak-anak binaan saya bisa saling menolong dan mendukung, kompak dan tidak bertikai. Ya, tapi waktu itu saya menahan diri untuk menegur mereka saat itu juga. Sama halnya sepertinya mereka, saya juga tidak mau ditegur di depan umum.



Jangan menikah kalau...

Kamu masih berpikir waktu menikah kamu bisa ditemani pasanganmu setiap saat, dimana saja dan kapan saja. 

Karena kenyataannya, kamu akan punya kesibukan sendiri, begitu pun dia. Yang perlu kamu ingat saat menikah justru yang perlu kita ingat, sekalipun terpisah jarak (jauh, sedang, atau pun dekat), kamu dan pasanganmu adalah satu jiwa, satu hati, satu roh, dan satu daging di dalam Tuhan. 

Pasanganmu bukan bodyguardmu yang harus menemani kita 24 jam. Dia bukan hp-mu atau dompetmu yang harus setiap saat ada di tasmu. Dengan melakukan atau pergi sendiri selagi kita bisa, kita menghormatinya dan mengasihinya dengan tulus. 

So, kalau masih berpikir pasanganmu adalah malaikat penjagamu, pikirkan baik-baik apakah kamu benar-benar mau menikah??




Pernah ga udah bersyukur dan setelah melihat sesuatu di depan mata, kamu ingin membatalkan rasa syukur kamu??

Ehehhehe…Beberapa hari ini saya begitu. Memalukan deh. Saya pernah menceritakan apa saja yang sudah Tuhan lakukan di Bola Mukjizat 1, 2, 3 & 4. Di situ juga saya menulis betapa Tuhan sangat baik menyediakan segala sesuatu yang saya dan Aki butuhkan untuk pernikahan kami.
Hari ini bisa ketemu dua malaikat kecil kesayangan saya, hehhehe. Nathan dan Luna...sooo love them. Ya, tapi hari ini bukan mau sharing tentang mereka. Malahan mau sharing sesuatu yang agak berat.

Jadi, beberapa hari ini saya 'makan roti' yang agak keras. Seperti ditampar bolak balik. Setelah sekian lama tidak menyediakan waktu secara khusus buat baca firman, saya mulai bertobat dan memulainya lagi di minggu ini. Demi membulatkan tekad, saya beli deh satu buku renungan harian.

Ternyata eh ternyata buku renungan harian ini tidak seperti kebanyakan buku renungan. Selain sebenarnya buku itu buat bulan November, ternyata renungannya membahas per kitab dan renungan tersebut sedang membahas kitab Ayub.
Cerita punya cerita, hari ini saya baru ngobrol dengan adik komsel saya tentang pekerjaannya yang cukup menekan dia (semangat ya Pri!!). Yang pasti dia percaya kalau saat-saat ini ia sedang diproses oleh Tuhan. Dari cerita dia, saya jadi teringat bagaimana kehidupan saya jaman saya masih SMP-SMA...

Begini ceritanya...
Dulu saya bukan orang yang ramah dan berani seperti sekarang. Saya bukan orang yang mau menyapa lebih dulu atau pun bisa ngebanyol sampai kebablasa. Saya adalah orang yang jayus garing dan tidak terlalu menarik (menurut saya).


Beberapa tahun ini saya sering merenung tentang esensi menjadi seorang Kristen. Di awal-awal pertumbuhan rohani saya, saya berpikir anak Tuhan harus SATE setiap hari, ibadah ke Gereja tiap hari Minggu, komsel yang rajin, pelayanan dengan antusias dan luar biasa.

Sampai satu titik saya merasa bukan itu esensi menjadi Kristen sejati. Semuanya itu hanyalah media untuk kita tetap mendapat makanan rohani dan tenaga isi ulang. Lalu apa dong esensi menjadi Kristen sejati??
Soal nyesal menyesal, kata ini muncul waktu kelas Bimbingan Pra Nikah 2 minggu lalu. Di situ dibagiin tentang pernikahan adalah sebuah sumpah bukan kontrak. Lalu Kak Timothy nanya..

" Menyesali pernikahan dan pasangan boleh atau tidak??" Banyak yang bilang tidak, termasuk saya.

" Lalu kapan kita boleh menyesali pasangan kita?" tanya beliau lagi. Ada yang bilang seminggu sebelum menikah. Ada yang bilang sehari sebelum nikah. Tapi jawaban Ka Tim lebih ekstrem.

Bertanya Pada Tuhan



1 Tawarikh 14:11

Allah telah menerobos musuhku dengan perantaraanku seperti air menerobos

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 68; Markus 12; Bilangan 19-20

Setiap orang selalu menginginkan keberhasilan dalam hidupnya, Dan, kunci untuk menggapai keberhasilan, misalnya dengan belajar tekun serta bekerja keras. Itu sajakah? Mari melihat pengalaman Daud dan mengamati apa yang menjadi kunci keberhasilannya.Baca renungan ini lebih lanjut di SINI


(3)
 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

(4) Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

(5) Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 

(6) dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 

(7) dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.


2 Petrus 1 : 3-7
Pertama kali menerima ayat ini saya sempat terdiam dan ternganga. Saya menyadari satu hal, iman Kekristenan tidak sesimpel yang saya kira. Ternyata tidak mudah menyatakan iman kita, apa lagi dengan cara seradak seruduk.

Saya pernah menuliskan tentang iman saya pada Tuhan di salah satu postingan saya di tentang Cinta Yang Lebih Dalam kepada Tuhan. Di situ saya menuliskan tentang bagaimana saya merasakan Tuhan inginkan cinta yang dewasa dan bukan sekedar membara.




Real Steel...tau judul film ini? Sudah pasti tahu. Film yang dibintangi oleh Hugh Jakcman  dan bintanng cilik Dakota Goyo ini menceritakan tentang aksi robot-robot besar yang bertanding tinju layaknya manusia. Tapi tentu saja saya tidak akan membahas tentang robot-robot tersebut, tetapi tentang dua tokoh penting dalam cerita, Charlie Kenton (Jackman) dan Max (Goyo).

Charlie Kenton, seorang petarung robot yang dulunya seorang petinju, memiliki karakter yang seenaknya, hidup semerawutan. Hidupnya berubah saat pengadilan memintanya datang untuk membahas tentang hak asuh anaknya Max. Karena ibunya meninggal, Max harus diberikan pada Charlie, ayahnya. Tapi tentu saja Charlie tidak mau karena akan sangat merepotkan, sementara itu bibi Max alias kakak dari ibunya ingin Max tinggal bersamanya.



Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 1 Petrus 5:8





" Selama liburan tetap jaga hubungan ya. Berjaga-jaga dalam doa karena biasanya kita banyak jatuh saat liburan."
Kalimat itu yang sering dilontarkan PKS saya Ka Cilla dan Ka Stevie setiap kali dulu saya dan teman-teman komsel akan liburan semester. Ya, sebagian besar dari anggota komsel saya waktu saya masih mahasiswa adalah perantauan. Kami akan pulang ke kampung halaman masing-masing saat kami libur panjang.

Sebagai anak-anak Tuhan yang lahir baru di Jakarta, tentunya di daerah kami kesulitan memiliki komunitas yang benar dan inilah yang dimaksud Ka Stevie. Saat kita jauh dari komunitas akankah kita menjadi anak-anak Tuhan yang taat, yang sate setiap hari, yang berdoa setiap hari dan bertindak benar setiap hari?
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates