Ngejar Ketinggalan Kemampuan Bahasa Si Bocah


 
Anak bicara tidak lancar

Tahun ajaran baru sudah dimulai dan bocah sudah masuk SD. Bukan TK lagi. Di awal semester genap kemarin, sebenarnya gw ketar ketir ngeliat cara bicara bocah. Bocah lebih nyaman berbahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. 

"Ya kan bagus Mak, anak jadi bisa Bahasa Inggris sejak dini." 

Iya bagus, tapi ga bagus kalau dia sekolah di sekolah nasional yang 99% penggunaan bahasanya Bahasa Indonesia. Gimana pun proses belajarnya akan banyak dipengaruhi dari perkembangan kemampuan bahasanya. Gimana dia akan menangkap pertanyaan, perintah, penjelasan dll, semua itu kan pengaruh dari penguasaan bahasa. Kebayang ga kalau teman-temannya asik ngobrol bahasa Indonesia, dia bingung sendiri karena ga ngerti. Bahasa ibu itu kudu wajib bisa dikuasai deh (terlepas dari sesuai EYD atau ga). Asal bahasa ibunya lancar, bahasa asing lain akan lebih mudah dipelajari.

Evaluasi gw ngeliat kemampuan bahasa Indonesia dia, dia belum lancar menjelaskan apa yang dia maksud. Untuk beberapa perintah pun masih bingung karena keterbatasan perbendaharaan kata. 

Enam bulan lalu, dia seperti bingung menjelaskan apa yang dia ingin ceritakan. Masih terbata-bata memilih kata di kepalanya. Jadi, saya lebih banyak pancing dengan pertanyaan apakah yang gw tangkap adalah apa yang dia maksud. Kalau benar, gw ajarin cara menyusun kalimat sederhananya dengan benar dan dia akan mengulangnya.

Di bagian lain, dia lebih sering memakai bahasa Inggris untuk menyebutkan 1 hal atau benda tertentu karena dia tidak tahu bahasa Indonesianya (astagaaa). Sampai dia berkali-kali bertanya misalnya, " Mama cloud bahasa Indonesianya apa?"

Dia lebih tahu "dance" daripada "nari"

Lebih tahu  "free way" daripada "jalan tol"

Lebih tahu "traffic light" daripada "lampu merah"

Pasti udah tahulah ya kenapa dia lebih paham Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia (generasi youtube). Bahkan dia lebih lancar baca kalimat panjang Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. Itulah kalau investasinya lebih banyak ke kartun atau Youtube Bahasa Inggris.

Karena melihat ini akhirnya gw bikin aturan baru buat dia. Selama jam pagi sampai jam makan siang cuma boleh nonton yang bahasa Indonesia, setelah makan siang, boleh nonton yang lain. 

Selain itu, sebelum tidur gw ajak bocah baca buku. Biar ga bosan, kami ganti-gantian baca perhalaman. Sejauh ini bocah lebih suka baca ensiklopedia dan komik. Bapaknya sedang mencoba membacakan dongeng. Mungkin setelah komik Donald rampung kami baca. 

Hal lain yang gw dan laki usahakan buat mengejar ketinggalan kemampuan bahasanya ini dengan ngajak dia ngobrol selama makan. Ga boleh nonton tv biar fokus makan. Kadang, kami biarkan dia mendengar obrolan kami. Ini untuk memancing dia bercerita dan mendengar kata-kata baru. Hal-hal sederhana di atas yang kami fokuskan. 

Saat sebulan belajar di SD ini, Puji Tuhan ada perubahan dan bocah sudah bisa mengikuti walau masih perlu dilatih lagi.Sejauh ini gw masih evaluasi terus kemampuan bahasanya. Beberapa kali melihat dia menerima perintah dari gurunya masih ga paham karena kurang detail atau kurang ada penekanan atau memang karena distraksi suara teman-temannya. Entah kenapa kalau ada emaknya dia lebih ga konsen. Emaknya ngerecokin sih yaa... 😭 😭


Yaa, semoga usaha ini membuahkan hasil. Biar bocah juga lebih gampang komunikasi dengan orang lain. 

Yang emaknya butuhkan adalah kesabaran dan hati yang lapaaang. Emak perlu memahami kalau bocahnya masih proses belajar. Dan kenapa perkembangan bahasa bocah terlambat pun hasil kerja emak bapaknya. Bukan salah anak kalau dia lambat berproses. Emak bapaknya kemana aja kemarin-kemarin?? Yee kannn?

Lain cerita kalau memang kasus khusus.

Yang penting jangan nyerah yaaa bapak ibu sekalian. Sampai anak-anak bisa mandiri, jangan nyerah buat bekalin yang terbaik. 





2 Comments

  1. semangat mba semoga bisa kejar yah,,yang penting konsisten aja ya kayak nerapin nonton bahasa gitu :)

    BalasHapus

Populer