Huihh.. Pengeluaran rumah tangga bakal lebih banyak setelah Gi bakal lahir. Gaji Aki sih udah pasti naik, tapi saya sendiri ingin sekali membantu mendapatkan uang tambahan. Terutama untuk mempersiapkan dana pendidikan atau apalah nantinya buat Gi atau mungkin akan ada adiknya nanti (eeeaa...bocah belum lahir udah ngomongin adik).
Sudah 18 minggu loh, Nak! Minggu lalu waktu kita periksa ke dokter ternyata kamu seorang pria!!
Jadi, karena kami sudah menyiapkan namamu, kami akan memanggilmu Gi. Sama seperti Papa yang waktu kecil dipanggil Ge ^^.
Kami lihat perkembangan kamu lewat USG dan senang sekali karena kamu anak laki-laki yang sehat. Tuhan menepati janji ya, Nak? Walaupun Mama makan sederhana dan itu-itu saja, kamu tetap tumbuh sehat. Jangan lupa bilang terima kasih pada Tuhan ya, Gi.
Sayangnya berat badan Mama tidak bertambah. Sudah empat bulan, tapi berat Mama hanya naik 2 kg. Mama tidak tahu akan mempengaruhi apa nantinya, tapi sejauh ini Mama merasa sehat-sehat saja. Yah, walau sekarang perut Mama semakin buncit dan gerakan Mama semakin terbatas ^^.
Semakin dekat waktu kelahiranmu, Mama Papa juga mulai kuatir tentang biaya persalinan. Rumah sakit sudah kami tentukan dan sudah pasti Mama ingin melahirkan kamu dengan cara normal. Kalau bisa, Mama ingin langsung memberikan ASI padamu begitu kamu ada dalam pelukan Mama... Semoga Tuhan berkenan dengan impian Mama ini. Hehehe...
Soal biaya, yahh...selalu ada kekuatiran, Gi. Selalu ada. Uang dari mana dan bagaimana kalau nanti ada kebutuhan lebih? Tapi lagi-lagi Tuhan selalu katakan, jangan kuatirkan yang untuk esok hari. Kesusahan hari ini cukup hari ini. Percaya dan percaya!
Iya, Gi... Mama Papa bukan orang kaya secara harta, tapi kami punya iman dan pengharapan di dalam Tuhan Yesus yang membuat kami menjadi merasa kaya. Kuatir selalu ada, tapi Tuhan mengajarkan kami untuk dikuasai iman dan harapan, bukan kekuatiran dan ketakutan (itulah yang membuat kami tetap bisa bersukacita ^^).
Gi, Mama ada rencana membantu keuangan keluarga dengan usaha kecil-kecilan. Sampai saat ini baru rencana. Jika Tuhan berkenan, maka semua jalan akan dibuka. Tentu saja Mama tetap mau fokus utama adalah melayani Papa dan mengurusmu sampai kau punya keluargamu sendiri nanti ^^.
Satu lagi, semoga nanti Mama bisa memberimu ASI sampai usia 2 tahun ya, Gi? Itu cita-cita Mama. Bukan cuma karena ingin berhemat, tapi juga supaya kamu mendapat nutrisi terbaik ^^. Tapi lagi-lagi, semuanya jika Tuhan berkenan, biar Tuhan yang atur jalan kita nanti akan kemana. Ok??
Masih beberapa bulan lagi, Gi. Nikmati masa-masamu di perut Mama, sementara Papa dan Mama puas-puasin pacaran tanpa pecah fokus. Hehehe... Doakan supaya Papa dan Mama terus mesra dan kayak orang pacaran yaakk... Mama sayang Papamu lohhh, Gi. Mama sudah janji pada diri sendiri untuk tidak menomor duakan dia kalau kamu sudah lahir. Papamu adalah belahan jiwa Mama, jadi...jangan cemburu yaaa... hahahaha...
Kami mengasihimu Gi. Tuhan Yesus mengasihimu. Kau adalah milik Tuham yang dititipkan pada kami, semoga kami bisa menjadi orang tua yang terbaik untukmu. Aminn.
amsaLFoje via Blogaway
Tadi baru baca status teman FB yang mengajak Golput. Waktu beberapa bulan lalu juga baca kaskus yang penulis threadnya bilang tahun ini lebih milih jadi Golput.
Golput atau ga sebenarnya hak setiap orang, tapi sayang sekali kalau kita memilih golput. Kenapa? Saya sering berpikir satu tindakan kecil kita atau suara kita akan menentukan baik atau tidaknya negeri ini ke depannya. Seandainya karena satu suara golput akhirnya orang yang tidak tepat duduk di bangku kepemimpinan, bukankah sayang sekali? Apalagi kalau yang golput ratusan ribu orang.
Kalau mau bilang, kita pilih golput kemungkinan oranga yang salah kemungkinan besar akan terpilih. Kalau kita pakai suara kita, kemungkinan ada dua. Suara kita akan membantu terpilihnya orang yang tepat atau tetap dengan ada kemungkinan lain orang yang tidak tepat juga terpilih.
Tapi... Sekarang ini kan sudah ada website dari KPU yang menolong masyarakat untuk menilai dan mempelajari latar belakang para caleg. Kalau memang kita tidak ingin suara kita sia-sia, ya website ini harusnya kita manfaatkan. Dengan cari tahu latar belakang caleg, kita bisa jadi pemilih yang cerdas.
Kita juga bisa menilai kinerja caleg dari periode kepemimpinan tahun lalu. Kalau menurut kita buruk, ya jangan pilih dia lagi.
Jadi, pilih golput atau tidak itu terserah tiap orang. Tapi, jika kita ingin memajukan bangsa ini, kenapa kita harus golput dan tidak berani ambil resiko mempercayakan kepemimpinan di tangan orang-orang yang memang mau memimpin?
Jangan marah ya, tapi menurut saya golput itu seperti memilih kondisi aman supaya tidak kecewa. Giliran pemimpin yang terpilih tidak benar, golput bisa dengan bebas mengkritik dan membenarkan keputusan tidak memilih. Padahal orang yang golput menurut saya tidak berhak menuntut pada pemerintah. Kenapa? Karena mereka tidak memilih. Tidak ada satu pun pemimpin di pemerintahan yang mewakili golput. Mereka hanya mewakili orang-orang yang memilih mereka. Itu menurut saya...
Mau golput atau tidak? Terserah anda :D.
amsaLFoje via Blogaway
amsaLFoje via Blogaway
Hari ini makan malam sayur bayem dan tahu goreng lagi + tempe orek. Eeaaa... Ini menu yang hampir tiap hari saya masak. Yang saya bilang 'yang masak aja bosen, apalagi yang makan'. Tapi Aki baik dah, kagak ngeluh...tahu aja bininya ga terlalu bisa masak.
Waktu masih ngekos, menunya ini-ini juga. Lebih bosen daahhh...Impian buat kasih Aki gizi yang bae kayak terbenam *halah.
Sebenarnya kendalanya cuma satu, saya tidak bisa menyimpan banyak macam makanan dan bumbu sekaligus. Itu karena kami belum punya kulkas. Tiap belanja saya mikir juga kalau beli bumbu. Sering dipakai atau tidak? Tahan lama atau tidak? Kalau jawabannya tidak, ya tidak dibeli. :p
Setelah pindah kontrakan terasa lebih baik. Menu bisa agak berubah. Kadang saya hanya masak kentang goreng + nutrigel. Hahahah...tapi Aki doyan dan pencernaan dia juga ga terganggu. Perut Aki emang agak sensitif, dia ada mag, dan gampang mules kalau minum susu.
Pernah saya masak sayur asam dan ikan mujair. Itu makanan favorit saya, tapi waktu itu perut Aki ternyata sedang masalah. Ikannya juga banyak durinya. Ngerasa bersalah banget. Jadinya beli sate di luar. Kalau ga gitu, ga tau juga kalau satenya ternyata enak dan murah. Ahahaha...
Kemarin, saya tidak masak dan beli lauk di luar seasuai budged kalau saya belanja ke pasar. Enak sih, tapi asinnn bangettt. Kami sudah biasa makan dengan sedikit sekali garam, jadi kalau makan diluar dan rasanya keasinan atau banyak msg-nya, lidah langsung peka. Paling cuma komentar " Hmmm enak..Mecinnn."
Akhirnya balik lagi masak sendiri. Tadi ke pasar mikirin menu apa yang enak, tapi ga bikin perut Aki bermasalah. Sampai di pasar ngeblank. Kamus resep masakan saya masih sedikit sekali. T.T ... Kalau ada resep yang ok pun, ga berani coba karena bahannya yang jarang saya gunakan atau mahal.
Mikirin terus gimana caranya biar menunya tidak membosankan. Langsung ingat waktu itu kesaksian Ci Lia soal makanan. Di situ Ci Lia ada bilang kalau beliau biasanya bikin daftar menu 1 atau 2 minggu dan belanja seauai menu. Bisa bikin begitu juga kan ya. Bedanya, saya belanja tiap hari. Hahahha... *sekalian bumil olahraga.
Mungkin temen-temen juga punya resep enak, tapi mudah dengan hanya bahan-bahan dasar. Tentunya juga muyahhh....*teteuppp..
amsaLFoje via Blogaway
Aku menggenggam erat piala ditanganku dan memandang wajah lelah dihadapanku dengan memelas. Aku berharap ia melihat untuk sekali ini saja apa yang ada di tanganku. Merasakan apa yang aku rasakan. Kebanggaan.
Mulutnya masih terkunci. Ia bangkit dari tempat duduknya dan menopang badannya dengan tongkat kayu berkepala elang. Matanya yang menunjukkan betapa ia telah melihat kejamnya dunia, memandangku lurus dan dingin.
" Eyang tidur duluan." Hanya itu yang ia ucapkan. Ia berbalik dan berjalan menuju kamarnya.
Langkahnya yang begitu pelan sering kali membuatku datang padanya dengam segera, hanya untuk menuntunnya. Tapi kali ini tidak. Ditengah-tengah sesaknya napasku mendapatkan reaksi Eyang, aku tidak bersimpati pada ketidak berdayaannya.
Piala yang ada ditanganku tidak bisa membanggakannya. Piala yang kubanggakan tidak bisa menyenangkan hatinya. Ia ingin aku berhenti mencintai musik, tapi aku tidak bisa. Nyanyian hatiku tidak bisa kuhentikan.
Eyang, satu-satunya keluargaku, sampai hari ini pun aku masih seperti anakmu, tidak bisa berhenti mencintai musik. Maaf Eyang... aku tidak bisa jadi seperti yang Eyang mau.
Kuletakkan piala di tanganku di atas meja tamu. Esok pagi Eyang akan melihatnya dan terserah beliau akan diapakan simbol kebangganku itu.
amsaLFoje via Blogaway
Hi, Dik!
Lama tidak
menulis surat untukmu. Maaf kalau aku membalas terlalu lama. Semakin banyak
yang harus aku pikirkan dan kerjakan. Tentu saja itu tidak bisa menjadi alasan
untuk aku tetap selalu mendukungmu.
Di suratmu
kemarin kau menceritakan tentang masalahmu dengan pemimpinmu. Pemimpin yang
jauh lebih tua darimu. Memang kau tidak bermasalah secara tidak langsung
tentangnya, tapi dari tulisan-tulisanmu, aku melihat bahwa kau memang kurang
sependapat dengan pandangan-pandangannya.
Blogging
Bodycare
Bola Mukjizat
Buku
Curhat
Iman Kristen
Kesehatan
MakeUp
MyFatherHasDone
MyLoveStory
Resep
Review Produk
Skincare
SuratUntukADik
Tips
artikel
cerpen
free download
friendship
ilustrasi
keluarga
kumpulan cerpen
movie
parenting
perempuan
pranikah
printable
psikologi
tumbuh kembang anak
Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karyaku.
Mulai dari
- cerita keseharian,
- opini,
- fiksi,
- ilustrasi,
- printable stuff dll.
Jika kamu suka apa yang saya bagikan, kamu bisa mendukung saya dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.