amsaLFoje -A Long Life Learner-

Nyari duit dari rumah

Hai temans, sudah di bulan ke 4 di tahun 2020 saja nih. Gimana resolusinya? Sudah mulai dikejar? Atau belum disentuh sama sekali? Wakwakwak. Apa pun itu semangat terus untuk perubahan yang lebih baik ya.



Rasanya masih belum terlambat ya kalau saya menuliskan ucapan syukur 2019 baru di hari ke 14 di tahun 2020. Padahal saya sudah memikirkannya dari akhir tahun 2019,tapi jiwa pengecut saya masih betah manahan tangan dan pikiran saya untuk bebas berkarya.


Kalau ngomongin 2019, sudah pasti tahun itu ga akan ada tanpa melewati tahun 2018...

Tahun 2018 buat saya tahun dimana Tuhan banyak mengajar saya dan Aki. Jadi ingat kalau dulu kakak pembina kami di Bimbingan Pra Nikah pernah bilang,

" Tema yang kalian tentukan pada saat  pemberkatan nikah, tema itu yang akan banyak Tuhan kerjakan dalam keluarga kalian."


Waktu kami menikah, kami memakai tema " Iman, Pengharapan, Kasih" dan memang selama  kami menikah tiga hal itu terus diproses. Walau sebenarnyaaa dalam iman Kristen ya memang tiga hal itu yang akan terus Tuhan godok sampai mati. Hehehhe. Tapi saat menjadikan 3 hal itu sebagai tema pemberkatan nikah kami, setiap ada masalah selalu teringat dan  menguatkan lagi.

Lalu hal-hal signifikan apa saja yang mau saya catat dalam blog ini? Ini dia beberapa hal yang membuat saya diteguhkan setiap hari.


1. Lunas Hutang

Cr: Nikolay F. 


Sejujurnya, walaupun kami menikah tanpa meninggalkan hutang, tapi kekurang cakapan saya dan Aki mengatur keuangan cukup memporak porandakan keuangan kami. Sebenarnya pun kami bukan yang boros-boros amat. Hedon pun tidak, tapi memang banyak hal perintilan yang kami pikir ga masalah, ternyata bisa jadi masalah.

Kami sempat menggunakan kartu kredit dan akhirnya memutuskan untuk berhenti menggunakannya. Tentu saja denga melunasi hutang yang tersisa. Kami belajar menghidupi diri dengan gaji yang kami terima. Puji Tuhan, hutang kartu kredit sudah lunas. 

Di awal tahun ini kami masih sempat memiliki hutang pembelian handphone secara kredit. Ini pun beli karena handphone benar-benar sudah tidak bisa digunakan sama sekali. Parahnya handphone saya dan Aki rusak di waktu yang berdekatan. 

Di sekitar bulan Oktober, akhirnya kami bisa melunasi pembayaran kredit handphone. Kami tidak punya hutang lagi selain KPR. Buat saya  hal ini kemenangan besar. Heheheh. Setelah beberapa tahun sebelumnya berjuang melunasi semua tanggung jawab.

Puji Tuhan usaha sketsa wajah pun Tuhan lancarkan, bisa untuk menjadi tambahan dompet dapur kami.

Terkadang saya ngelus dada setiap Aki dan saya ingin pergi nonton atau kongkow, kami harus mikir berkali-kali, uang kami cukup atau tidak. Ada rasa bersalah terselip setiap kali melihat Aki juga harus menurunkan standar kesenangannya supaya kami bisa mencukupi hidup. Dia sudah bekerja keras selama sebulan penuh, tapi ga bisa menikmati hasil kerjanya sendiri dengan bebas...huksss.. Di sini binik cuma bisa berdoa supaya Tuhan lipat gandakan berkat untuk suamiku supaya dia bisa menikmati hasil keringatnya tanpa perlu banyak pertimbangan.

Yah, biar begitu toh masa-masa kejepit itu membawa kami pada pendewasaan. Bukan cuma bijak dalam menggunakan uang, tapi juga kerendahan hati dalam menerima bantuan.

Dalam kondisi-kondisi terjepit, ga jarang kami meminta bantuan, tapi ga jarang juga orang-orang terdekat kami memberikan berkat tanpa diminta. Harga diri ini teriris-iris, rasanya seperti tertuduh dengan tagline

"Lebih baik tangan di atas."


Maunya kami, kami yang bisa membantu orang lain
Maunya kami, kami yang menolong orang yang susah
Ga perlulah kami nerima bantuan..

Tapi Tuhan tegor...

Di gereja dulu kami diajarkan " Setia menerima, setia memberi."  Kami terlalu fokus pada konsep  memberi, seolah-olah memberi adalah tindakan yang paling baik. Kami lupa kalau setia menerima sama pentingnya untuk menunjukkan kerendahan hati dan penyerahan diri pada pekerjaan tangan Tuhan.

Baca juga: Jangan Menikah Kalau...


Waktu saya dan Aki membicarakan hal ini, saya tertegun, ternyata saya dan Aki punya watak yang sama, punya harga diri yang tinggi. Sedangkan untuk bisa melihat kemuliaan Tuhan kita ga bisa mempertahankan harga diri yang ditakar lewat pikiran manusia.

Bersyukur lewat proses yang sudah kami lewati dan pastinya masih terus diproses. Gimana cara Tuhan prosesnya, akan kami lihat nanti.


2. Keputusan Gyan Tetap Di TK A



Sewaktu saya dan Aki memutuskan untuk membiarkan Gi tetap di TK A, sebenarnya ada ketakutan di dalam hati saya. Gimana kalau nanti Gi jadi minder? Gimana nanti kalau dia ga bisa gaul sama teman-temannya? Gimana kalau nanti dia merasa berbeda karena teman-teman sekelasnya sudah naik ke TK B.

Puji Tuhan, guru-guru Gi pintar menjelaskan pada anak-anak muridnya. Dengan cara yang menyenangkan Ibu Kepsek menjelaskan pada Gi, dia harus tetap di TK A karena kedua gurunya membutuhkan bantuannya di kelas. Dengan semangat pula Gi menerima tugas itu.

Baca juga:  Mama Papa Harus Berani Sabar


Di pembagian rapot semester 1 kemarin, saya menjadi lega. Kedua guru Gi menjelaskan kalau keputusan saya dan Aki membiarkan Gi tetap di TK A sudah tepat. Gi lebih percaya diri, dia lebih tenang di kelas, lebih antusias mengerjakan tugas. Dari hasil observasi pun menunjukkan  hasil yang baik. Di tahun sebelumnya Gi tidak mengisi jawaban semua pertanyaan tentang membaca, tahun ini dia bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.


3. Pekerjaan baru Aki



Karena satu dan lain hal, Aki akhirnya memutuskan untuk resign dari kantor lama. Puji Tuhannya karena kantor lama sedang dalam perombakan besar-besaran, niat Aki buat resign ga pake sembunyi-sembunyi. Atasannya memberi dispensasi Aki keluar kantor untuk wawancara kerja. 

Biar begitu, tetap saja ada kesulitan yang Aki lewati. Aki memasukan lamaran ke beberapa lowongan mulai dari website loker sampai info dari teman sejawat atau tawaran langsung, tapi sampai beberapa bulan belum juga ada panggilan. Sempat sampai menanyakan list gaji, tapi lagi-lagi ga keterima. 

Beberapa kali liat wajah Aki yang bilang hasil wawancaranya ditolak lagi, bikin saya patah hati. Wawancara kerja sampai 10 kali dari yang ngarep sampai ya udahlah dijalanin aja, pastilah melelahkan. Saya sudah bersiap mencari lowongan kerja untuk kembali kerja kantoran kalau kalau Aki sampai tidak dapat kerja juga (itu saja belum tentu bisa segera dapet karena hiatsu yang panjang)

Baca juga: Keluar Dari Kotak Untuk Kotak Yang Baru


Syukurlah, di akhir tahun, Tuhan beri hadiah. Akhirnya Aki diterima bekerja di satu perusahaan. Walaupun harus bergeser dikit dari bidang pekerjaannya yang dulu, kami benar-benar mengucap syukur.

Aki meninggalkan kantor lama dengan baik dan membawa pelajaran yang membuatnya lebih dewasa sebagai seorang profesional. 


4. Buah Manis Pernikahan


Ada teori yang bilang kalau 5 tahun pertama adalah masa bulan madu dan setelahnya kemungkinan krisis pernikahan. Beberapa hari lalu seorang artis menceritakan bahwa 5 tahun pernikahannya adalah siksaan dan setelahnya baru merasakan kenikmatan. 

Waktu itu saya menonton wawancara itu bersama Aki dan langsung mengiyakan kata-kata artis tersebut. Aki langsung pause videonya dan kami ngobrol panjang lebar soal hal itu. 

Iya, 5 tahun pertama adalah masa adaptasi yang menyiksa. Bukan cuma saya, tapi Aki juga walau dia ga bilang, tapi mukanya ngomong banyak. 😬😬😬

Di tahun ke 6 pernikahan kami baru benar-benar ngerti, ngedong apa itu satu hati, satu jiwa, satu pikiran. Seperti menemukan soulmate lagi dan lagi. Segala macama kata-kata romantis yang ada di drakor, saya baru mengerti maknanya di tahun ke 6 pernikahan. "Everything I'll do. I do it for you." semacam itu.

Bukan lagi soal kewajiban, istri harusnya begini, begitu, atau suami harusnya melakukan a atau b. Tapi lebih ke

"aku melakukan ini karena aku mengasihimu. Aku mau melakukan yang terbaik untukmu."


Dari  penjualan motor  Blade, Papa Gi dapet duit lumayan. Sebagian akhirnya kita putuskan buat bikin tabungan buat Gi. Ga gede2 amat karna memang belum bisa nabung kayak Paman Gober. Minimal sudah memulai. 

Tadinya pertimbangin nabung di beberapa bank yang setoran awalnya murah. B**, Ma****... Tapi kami beberapa kali dengar dan ngalamin kejadian buruk dengan bank bersangkutan. Akhirnya kami putuskan nabung di BCA saja dengan menggunakan nama saya. 

Sebenarnya sudah datang di hari Selasa. Tapi ternyata saya tidak bisa membuka tabungan Tahapan. Entah alasannya apa. Ga tertarik juga mau tahu. 

Customer Servicenya sarankan membuka Tabunganku dengan menggunakan perwalian. Karena Gi masih usia 3 tahun, syaratnya gampang. 

1. Akte kelahiran asli dan fotocopy
2. Kartu Keluarga asli dan fotocopy
3. KTP salah satu orang tua dan fotocopy
4. Foto anak ukuran 3x4
5. Materai 6000
6. Uang setoran awal minimal 20.000

Waktu dengar syarat-syaratnya semangat banget. Ga susah. Tinggal lengkapin ini itu. 

Jadilah hari ini saya bolak balik naik angkot cari tempat fotocopy dan beli materai sementara Gi sekolah. Berharap banget gara-gara ini berat badan turun. *ehhh

Setelah semua lengkap, saya jemput Gi. Tunggu dia main sebentar. Setelah itu kami langsung ke bank. Puji Tuhan deket. Jalan dikit, lalu nyebrang. 

Riwehhh.. Riwehhh...awalnya memang maunya bikin tabungannya pas Gi masih di kelas biar ga riweh. Tapi ada kendala saat mau fotocopy, jadi harus jemput anaknya dulu. Ga mungkin nunggu tabungan jadi dulu, takut Gi keburu pulang dan nunggu lama di sekolah. 

Tapi ya udahlah ya.. Biar Gi makin akrab. Apa itu bank (permen di meja di customer service habis sama dia -. -) 

Nunggu beberapa nomor saja buat menapat giliran kami. Salaman, perkenalan, diminta deh dokumen yang dibutuhkan tapi jengjeng.. Saya malah bawa akte kelahiran saya sendiri. Gubraaxx.. 

Untungnya, ternyata, saya masih bisa buka Tabunganku atas nama saya. Proses ga lama. Cuma butuh KTP. 

Kelebihan tabungan ini dibanding Tahapan BCA, rekening saya yang satu lagi..

1. Setoran awal murceee min cuma 20.000
2. Setoran berikutnya lebih murce min 10.000
3. Ga bisa buat belanja online karna ga disediakan e-banking atau mobile banking. Aman banget kalau mata jelalatan liat shoponline. 
4. Setoran harus melalui teller. Biar gaul dikit yaa. Ga ada salahnya ketemu teller cantik dan ganteng. Tapi bisa juga sih ditransfer dr rekening lain buat diisi.
5. Ada batas max transaksi tiap bulan sebanyak 4 x. Kalau lebih ada biaya admin.
6. Tarik tunai hanya bisa di ATM BCA. 

Eh, kok ya ribet?? Kalau niatnya memang buat nabung emang mending ribet biar ga tergoda buat make.

Apalagi kalau harus setor langsung ke teller, maksa orang tuanya bawa anak ke bank dan belajar proses menabung. Pengen banget ajarin Gi hal ini. Biar ga mikirin jajan aja. 

Kenapa setoran awalnya murah?? Ternyata memang ini program dari pemerintah untuk semua bank menyediakan jasa tabungan untuk masyarakat. Makanya dipersulit tuh buat ambil2 dan pakai belanja, tapi dipermudah dalam hal setoran dengan nilai minimal setoran yang terjangkau. 

Kalau ada yang mau buka Tabunganku buat anak2nya, lumayan nih. Langsung aja ke kantor BCA terdekat. Jangan lupa bawa syarat-syarat yang ada di atas. 

Moga-moga Gi bisa cinta menabung, begitu pun emak dan bapaknya. Amin..

Follow IGku yaa @lasma_manullang 




Hari Minggu lalu, akhirnya Papa Gi jual motor pacar pertamanya. Motor pertamanya yang dijual dari hasil keringat sendiri. 

Lohhh, kenapa dijual?? 

Iyupp.. 

Karena si Honda Blade ini sudah tua. Sudah 5 tahun lebih umurnya. Daripada habisin duit kebanyakan diservice ya dijual. 

Selain itu Papa Gi sudah ga pernah naik motor sendiri ke kantor. Dia lebih pilih naik ojek online disambung naik Trans Jakarta. Ongkosnya lebih gede, tapi dia lebih sehat. 

Dulu jaman masih naik motor, bisa 2 jam di jalan karena terjebak macet. Posisi duduk yang gitu2 aja dan bahu yang terus memegang stang motor, bikin badan dia gampang pegel, kaku. Dan kalau udah kayak gitu, Papa Gi ga semangat buat berangkat kerja bayangin capeknya di jalan. 

Sekarang sejak naik mobil umum, mukanya lebih happy. Pegal2 ada, tapi ga kayak waktu naik motor. Di jalan juga tetap lama, tapi dia lebih sehat. 

Siapa sih yang ga mau liat laki sehat?? Apalagi kan kalau naik mobil umum mau ga mau Papa Gi harus jalan kaki. Berarti bakar lemak. Bagus juga buat jantung. Perutnya juga mulai kecilan. Moga2 ntar lagi celana yang lama pada muat yaaa... Hehhehe.. 



Terus ada rencana beli kendaraan pribadi ga ya?? Tiap kali diskusi hal ini, yang kebayang mendingan uang buat beli kendaraan dipake buat bayar renovasi rumah. 

Kami jarang keluar rumah. Jadi ga terlalu butuh kendaraan pribadi saat ini. Kendaraan umum dan transportasi online sudah sangat membantu. 

Punya kendaraan pribadi bayangin kejebak macet sudah bikin kepala muter-muter. Kan lebih enak disupirin. Bisa tidur kalau macet. Pas sampai tinggal bayar dan kasih tips. Jangan lupa bilang terima kasih dengan tulus. 

Uang dari penjualan motor akhirnya bisa dipakai buat buka tabungan Gi. Lumayan. Nanti saya bahas Gi pakai tabungan apa dan segala macam tetek bengeknya ya hehhe. 

Byebye Blade. Sudah jadi saksi bisu kerja keras Papa Gi, masa2 kami pacaran, nikah, dan punya anak. Huhuhuhu.. Kok jadi terhura. 

Foto: google/kaskus 2013





Pixabay

Gile sih, udah lagi minus begini, masih harus kasih perpuluhan ke gereja. Tuhan tahu kok kalau saya lagi kekurangan. Masih banyak juga jemaat lain yang bayar perpuluhan lebih besar dari penghasilan saya yang cuma seiprit dan buat makan sebulan aja masih kurang.
Uang adalah hamba yang baik, tetapi Tuan yang jahat.
Membayar perpuluhan disaat kamu tahu pasti kamu kekurangan, menjadikanmu Tuan atas uang.
Membayar hutang dengan segera sekecil apa pun nilainya, menjadikanmu Tuan atas uang.
Memilih tidak membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan, menjadikanmu Tuan atas uang.
Memilih memberi di saat kamu sendiri tidak bisa bermewah, menjadikanmu Tuan atas uang.
Memilih memisahkan pekerjaan dengan waktu berkualitas dengan keluarga, menjadikanmu Tuan atas uang.
Memilih hidup seadanya walau kamu tahu kamu mampu hidup dengan cara lebih, menjadikanmu Tuan atas uang.
Mengingat harta yang kita punya sama sekali bukan milik kita, sepeser pun, walau kita bekerja keras mendapatkannya, menjadikan kita Tuan atas uang.
Uang harus digunakan dengan cara yang bertanggung jawab karena itu adalah berkat yang lewat melalui pipa kita, untuk disalurkan ke pipa yang lain.
#menangatasuangitubikinlega #menangatasuangmenangataskekuatiran
Postingan Lama Beranda
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...

Cinta Tertutup Luka

Cinta Tertutup Luka
Kisah Wei membalaskan luka hatinya pada ayahnya.

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates