amsaLFoje -A Long Life Learner-
Hari ini mempertimbangkan kembali saran untuk kembali bekerja kantoran sampai "marsak" (gelisah). Tanya Aki, Aki maunya Oma kerja atau ga? Ga langsung dijawab. Katanya pas di rumah aja.

Waktu di rumah dibahas, malah dilempar pertanyaan lagi, "Ya, Oma damai sejahtera ga?".Mulut manyun daaahh. Eh, ditambahin lagi, "Kita pasti kan mikirin si bocah. Mengurus bocah itu tanggung jawab kita orang tuanya, bukan orang lain."

Tuiiiinggg!!! Langsung damai sejahtera.

Laki gua emang agak belok-belok kelakuannya, Puji Tuhan hatinya lurus :p

Luph u so muchhh Akikuuu
Suami saya punya kebiasaan mengobrol dengan supir taksi kalau sedang menggunakan jasanya. Ada saja yang saja yang ia bicarakan yang jika saya dengarkan obrolan ia dan supir taksi membuat saya sadar pengetahuan saya tidak terlalu banyak.


Beberapa hari lalu, suami saya naik taksi dari salah satu kantor kliennya untuk kembali ke kantornya. Seperti biasa ia mengajak berbincang.
Selamat Ulang Tahun

Akiku-Papa Gi-Gerry Adrianus Sewow

Panjang umur sehat selalu. Makin ganteng maksimal. Makin jadi inspirasi buat Oma dan Gi. Karirnya makin sukses. Rejekinya makin tokcer.
Sesuai janji saya di sini, Aki memberikan izin untuk saya post kesaksian dia untuk kelas BPN. So, ini dia kesaksiannya.

Saya dulunya termasuk salah satu orang yang cukup skeptis dengan Bimbingan Pra-Nikah. Padahal, saya sudah berjemaat di Abbalove kurang lebih 15 tahun tetapi karena termakan perkataan orang lain bahwa di BPN ada ini-itu, harus begini-begitu, belum lagi jangka waktu bimbingan yang cukup lama (minimal 9 bulan – buat saya lama sekali) malas rasanya untuk mengikuti semua”syarat” ini. Yah, memang saat itu saya memiliki paradigma yang salah. Paradigma saya ini diubahkan oleh karena kesaksian sebagian besar teman-teman saya yang sudah menikah dan mengikuti BPN, bahwa saya dan pasangan saya, Lasma, WAJIB dan KUDU MESTI ikut! Wah, memang ada sedikit unsur pemaksaan. Namun, pada akhirnya saya dan Lasma pun menuruti saran dari teman-teman, itu pun setelah 2 tahun menjalani hubungan khusus.

Sabtu kemaren, saya dan Aki seharian jalan dari ujung ke ujung Jakarta. Awalnya cuma mau Technical Meeting buat foto prewed Jumat minggu depan. Tau-taunya jadi kemana-mana.

Sebelum berangkat ke bridal di daerah Mediterania Gajah Mada nongkrong dulu di Kuningan City, Axa Tower. Nemenin Aki nyelesain beberapa polis. Ini candid photo. Ga nyadar die lagi di foto. Akakakkaka....

Dari Kuningan City makan Mie Laiker dulu sampe begaaahhh. Gara-gara diet, lambung udah ga kuat nampung banyak makanan.
Tadi atau kemaren ya? (lupaa..ahahha) baca blognya ci Lia yang ini . Jodoh di tangan Tuhan atau manusia?? Hohoho...

Waktu baca blog ci Lia ini saya inget perbincangan saya dengan adik saya. Dari perbincangan kami, ketahuanlah ya dia pengen Tuhan tuh lang bilang YA atau BUKAN pada cowo-cowo yang mendekati dia. Sebenarnya dulu saya juga berpikir begitu dan berharap begitu. Ga perlu susah-susah ngalamin nangis berderai-derai air mata, berdoa dan berpuasa buat pastiin Aki itu PH dari Tuhan atau ga. Enak dooonggg..hahahha...

Tapi sampai tahun kemaren 2012, saya masih berharap Tuhan bilang YA atau BUKAN dengan tegas dan Tuhan ga jawab apa-apa.

Selama saya doain Aki juga Tuhan ga pernah bilang..

" Lasma, inilah pria yang seharusnya jadi suamimu!! Sekalipun tampangnya ancur-ancuran dan hobi cengengesan, kamu harus terima dia apa adanya!"

Ga tuh. Selama doa dan puasa, Tuhan cuma tanya.. " Lasma, kamu mau ga dibentuk bersama Gerry? "
Ga berani jawab iya karena takut...Hahhaha..Udah tahu banget orang ini kayak apa. Dia bukan tipe saya banget dan saya takut kecewa, sekalipun saya merasa nyaman dengan dia sebagai teman. Tapi sebagai pasangan hidup, saya seperti menjilat ludah saya sendiri (memang dulu sebel banget sama dia...>.<).

Trus gimana tahu dia atau bukan?? Tentu saja diuji...Mau ga dia nunggu restu orang tua saya? Minta Tuhan bukain jelek-jeleknya dia dan tanya sama diri sendiri, apakah saya bisa terima kelemahan dia itu? Waktu ngadepin masalah dia kayak gimana??
Sudah punya calon PH yang ditunjukin sama Tuhan ternyata bukan berarti jalannya mulus-mulus saja. Beneran..serius..dan percayalah..(pasti percaya).

Tuhan sudah ingetin soal ini sebelum saya komitmen sama Aki dan beberapa bulan ini di uji lagi.

Berawal dari pemberesan sepele dan terlalu sensitif, saya kecewa dengan reaksi Aki atas pernyataan isi hati saya tentang kata-katanya. Sebenarnya kata-katanya benar, tapi saya tidak mengharapkan ia bereaksi seperti itu.Saya begitu terluka dengan reaksinya samapai saya merasa tidak yakin untuk menikah. Nahhh loohhh..



Sekalinya ngeblog langsung banyak yang diceritain neh.. Hehhehehe.. Secara kuota internet tau-tau habis gara-gara buka YouTube. Di kantor juga beberapa minggu ini kerjanya ga di depan komputer, jadi sekalian deh puasa ngeblogging (sekalian biar ngeblognya ga jadi berhala :p).

Saya mau sharing pergumulan saya beberapa hari lalu soal hubungan pria wanita. Seperti yang pernah saya tulis di salah satu blog saya soal batasan touching antara saya dan Aki. Kemarin pagi saya minta sama Aki lagi buat rekomitmen soal hal ini.

Awalnya kami memang komit boleh pegangan tangan, tapi ga boleh hugging, ga boleh kissing dan yang lebih dari itu. Kami bisa jaga komit itu dan ga pernah keluar dari garis yang udah kita buat bareng-bareng, tapiiii... ternyata saya ga damai sejahtera dengan komitmen itu.

Sumber: Weddingtips Blog

Semalam, pulang dari latihan P-Sran, sebelum Aki say goodnight, tiba-tiba sms.. " Oma, Aki bingung neh. Mau merit mulainya dari mana :p :p..."

Jiahahha... Sama-sama bingung sebenarnya. Maklum sama-sama belum pernah merit. Kalo udah pernah, 'kan gawat :p.

Dari situ ngalir deh obrolan pengennya acara merit kita kayak apa. Haikkk...haikkk...dari kemaren kagak diobrolin sama sekali. Cuma ngobrol sama ortu dan pengen tahu pengennya mereka, sampe lupa mikirin pengennya kita kayak apa.
Hari ini pulang cepet..Horaaayyy...Gara-gara lagi kejatuhan 'bulan', badan lemas, kalau jalan juga agak oleng-oleng. Akhirnya minta ijin pulang cepat karena besok juga bakal dari pagi sampai malam bantuin anak-anak yang akan ada pertunjukkan orkestra bareng Delonnnn!! Halaaahh... Jadi, biar besok sehat, hari ini pulang cepat saja. Lagian kerjaan sudah selesai semua tadi.

Ngomong-ngomong sudah lama tidak ngomongin soal Aki... ihiyyy...Hoeeekkk... Ada cerita seruuu. Beberapa hari lalu saya menulis tentang kepahitan saya, di hari itu juga akhirnya saya memutuskan untuk mengampuni dia, dia, dan dia. You know what?? I feel freee!! Sampai sekarang saya bisa ngerasain lepas dan bebas. Saya ga pusing lagi apakah saya akan dilukai atau tidak. Saya juga sudah mulai bisa percaya pada orang lain. Paling penting, saya memiliki keantusiasan untuk menolong orang lain tanpa beban dan rasa bersalah. Puji Tuhannn!! Sesuatu bangeeettt...!! 
Ada pertanyaan dari Veryani, kenapa saya empet sama Aki waktu sebelum jadia. Hahahah..Jadi pengen bernostagila..

Jadi begini ceritanya…
Saya dan Aki pertama kenal waktu di komsel. Waktu itu saya baru kuliah di semester dan baru bergabung dengan komsel. Aki sendiri baru pindah ibadah dari ibadah youth ke ibadah mahasiswa dan bergabunglah dia di komsel Ka Cilla-Ka Stevi dimana saya berkomsel.

Waktu pertama ketemu itu saya kira dia baru masuk Abbalove, ternyata dia dedengkot Abbalove. Hahhahah…Dari jaman Abbaloph masih cupu sampe sekarang dia ibadah di tempat yang sama. Lebih sesepuh dari Pemimpin Komsel malahan. Hahahha…

Judul di atas pernah jadi pertanyaan saya pada Babe waktu saya mendoakan Aki. Lalu Tuhan mengingatkan saya tentang buku Joshua Harris - Boy Meets Girl.

It's Ok kalau akhirnya tidak jadi menikah, yang penting adalah apakah saya dan Aki tetap berjalan bersama Tuhan di awal sampai akhir hubungan itu. Memang pacaran untuk menemukan apakah dua orang ini benar-benar bisa bersatu dalam pernikahan atau tidak. Jangan memaksa menikah ketika kita tahu bahwa ada hal-hal yang kita ga bisa terima sama sekali hanya karena kita merasa yakin dia orangnya karena sudah berdoa dan puasa. Kadang hal yang menyakitkan harus kita hadapi supaya kita mengerti maksud Tuhan. Bukan berarti kita asal jadian juga yaaaa...

Waktu saya mendoakan Aki, Tuhan juga ga pernah tuh bilang " Ya, dia orangnya.".. Tuhan cuma tanya saya mau diproses sama Aki atau ga? Mau jadi penolong Aki buat Aki memenuhi panggilannya atau ga. Sampai sekarang kalau saya tanya Tuhan apakah emang benar Aki orangnya, Tuhan ga pernah jawab 'IYA'.. Saya cuma mendapat pertanyaan balik " menurut kamu?"...
Satu hari saya main kerumah Aki sepulang dari kerja. Waktu itu sudah sangat larut karena saya harus mengawasi anak-anak OSIS yang masih ada di sekolah sampai jam 7 malam.


Waktu saya tiba di rumah Aki, ada Om dan Tante yang sedang mengobrol dengan seorang tamu. Saat saya masuk dan menyapa mereka, entah kenapa saya merasa tatapan mereka aneh. Ajleb..jlebbb…Hahahha..Perasaan saya saja sepertinya.
Aki di taruh di mesbah persembahan, siapin pisau belati dan kayu bakar...Hhahahha...Emangnya Isak. Bukan gitulah. Yang pasti ini cerita tentang kekhilafan saya karena terlalu cepat-cepat jadian sama Aki sampaui lupa bayar nazar.

Jadi setelah saya jadian sama Aki dan memasuki masa-masa dunia hanya milik berdua, sisanya ngekos...(lebai) Saya sangat menikmati masa-masa bangun hubungan. Walaupun ga ada yang bimbing kita secara langsung, entah kenapa saya merasa Tuhan jaga kita banget. Entah lewat komunitas dan sebagainya. Tapi jangan dicontoh ya, karena gimana pun kita butuh pembimbing buat bantuin lurusin jalan kita.


Tadi baru baca kisah cinta lain yang Tuhan tulis yang dituliskan Nonik dengan tokcer di SINI. Jadi inget masa-masa hubungan saya sama Aki diproses. Masa-masa yang berat dan penuh air mata, tapi di situ juga Tuhan sedang bakar saya. Supaya bisa jadi emas yang murni, jadi wanita yang tenang, jadi wanitanya Tuhan.

Saya  kenal Aki waktu di semester 2 atau 3. Waktu itu saya masih anak sel di komsel Ka Cilla- Stevi. Pertama liat Aki, yang paling mencolok  dari dia saat itu, dia suka komik. Di saat orang lagi pada haha hihi ngobrol , dia malah baca komik. Sebenarnya saya agak tidak sreg melihat orang yang asik sendiri di tengah-tengah orang pada lagi membangun hubungan dan kebersamaan. Tapi karena dia teman baru di komsel, ya saya tetap beramah tamah....Hahhahahah...(bermuka dua). Lagian dia punya hobi yang sama dengan saya, baca komik. Masih inget banget saya menulis nama dia di contact hp saya dengan "Gerry Komik Boy" .
Hari ini daripada nulis lagi suka baca. Hahahha..Dari tadi otak atik blog orang. Terus inget kalau banyak notes Aki yang bagus. Terus ambil yang ini. Ga tau apa hubungannya Bersolek Saat Terjun Payung sama isi tema tulisan huehehhe..

*Harusnya Aki lebih banyak nulis. Aakkakakkaka...


"For all the greatest thing You've done to me, especially created me as a Man.."


Judul yang aneh saat g buat tulisan ini, yah memang.. Tulisan ini dibuat supaya ada temen2 terbuka matanya melihat suatu fenomena yang saat ini "menggerogoti" kemaksimalan hidup kita. Mungkin nanti ada beberapa temen yang ga setuju dengan tulisan ini, it's okay, i appreciate your opinion guys, coz my point if view is based on truth, the truth that will set us free, not just good or better.

Kemarin hari ulang tahun saya yang ke 26..Oh, NOOO!! Tuirrr...Puji Tuhan saya masih berumur panjang...Hikss ternyata saya sudah bukan remaja lagi...Hahahhaha
Tahun ini tidak ada perayaan, tidak ada kado yang seperti apa atau bagaimana..Di hati cuma terpikir, 
" Tuhan, waktuku di dunia tidak banyak. Apa yang bisa Lasma lakukan supaya bisa lebih maksimal lagi di dalam Engkau?"
Cuma pemikiran itu yang muncul di hati dan beberapa ketakutan akan kegagalan yang sepertinya cukup menghantui...Bener-bener butuh kasih karunia...T.T

Dan di ultah ke 26 ini, satu-satunya yang kasih hadiah adalah Akii!! Hehehehhe...Dan benar kaann..Hadiahnya sepatuuu...
Pas banget lagi butuh sepatu teplek. Beberapa minggu lalu waktu cari kado buat Papa dan Mama, saya mencoba beberapa sepatu teplek. Pengen banget beli, tapi saya sudah belanja terlalu banyak dan kebanyakan buat kado..Jadinya menahan diri (orang yang pelit sama diri sendiri).

Tadi pagi lagi-lagi saya bergumul tentang pernikahan. Entah kenapa saya merasakan ada sesuatu yang sulit saya tinggalkan jika saya memilih menikah. Apakah itu?? My dream, my vision...

Bukan benar-benar saya tinggalkan sih, tapi saya tidak bisa bermimpi sama seperti di masa single saya. Mimpi setinggi mungkin, melayani sepuasnya, pelayanan ini itu...Berat?? Antara ya dan tidak. Ya, karena untuk menyesuaikan diri menjadi orang yang apa-apa harus laporan, apa-apa harus didiskusikan dulu itu tidak mudah. Sejak kecil saya anak yang terbiasa ditinggal sendiri secara psikologis, karena itu kehadiran orang yang benar-benar signifikan AKA calon PH adalah penyesuaian yang besar-besaran. Apalagi kalau nanti sudah menikah.

Jadi selama di perjalanan ke sekolah saya merenung..Tuhan, apakah saya benar-benar ingin menikah?? Apakah Tuhan ingin saya menikah??



Weleh, kenapa saya harus pajang-pajang ini foto?? Hayo kenapa? Hahahha..Ini sharing tidak penting tentang kebiasaan saya nonton sinetron di RCTI hari-hari ini (ibu-ibu banget). Jadi di salah satu sinetron RCTI yang judulnya DEWA ada Dude-nya. Gara-gara ada dia, saya jadi sering nongkrong di depan televisi. Suka sama Dudenya? Bukan tuh, tapi karena Dude mirip seseorang...Akakkaka..Blush..Blushh


by Gerry Adrianus Sewow on Saturday, November 19, 2011 at 2:32pm


Setelah sekian lama terkungkung dalam telungkup goa kehampaan *halah!* akhirnya saya kembali hadir menuangkan setangkup pikiran dalam cakrawala tulisan *apa sihh?!* Tentunya dengan gaya yang sedikit berbeda dan lebih dewasa tentunya *mamaaaa!! mintaaa eeesss!!*.. Ok! that's paradoks, forget about my last statement line.

Dengan ditemani oleh seonggok Handphone Soner yang kesepian di kanan saya dan tempat tidur yang selalu saya tiduri *ya eeyyyaallaaahhhh* serta buku tulisan Raditya Dika yang sudah dipinjam 3 minggu yang lalu, tapi belum selesai dibaca sampai sekarang *hhoowwrraayyy!!*.

Sesungguhnya jika hati sedang galau seperti bisul yang serasa mau pecah dan pikiran yang bingung buyar ketika ada telepon masuk. Orang bilang kebiasaan akan terbentuk setelah tiga bulan melakukannya dengan rutin. Terutama dalam menjawab telepon, kebiasaan saya saat mengangkat telepon adalah menjawab dengan "AXA Selamat..(tergantung waktu tercatat di jam dinding), dengan Gerry". Terhitung Senin - Jumat dan masa kerja sudah 6 bulan lebih, saya sudah terlatih baik dengan kebiasaan itu. Sampai lupa bahwa hari ini adalah Sabtu dan refleks alamiah bilang "AXA Selam.." *dem!g kan ada di rumah, cong!* dan si Penelepon dengan kebingungan tanya "Siang, tukang nasi uduknya ada?".
Postingan Lama Beranda
Lihat versi seluler
Blogging Bodycare Bola Mukjizat Buku Curhat Iman Kristen Kesehatan MakeUp MyFatherHasDone MyLoveStory Resep Review Produk Skincare SuratUntukADik Tips artikel cerpen free download friendship ilustrasi keluarga kumpulan cerpen kumpulan puisi liburan movie parenting perempuan pranikah printable psikologi tumbuh kembang anak
  • Review For Prometheus
    Tadi baru nonton Promotheus... Pembukaan neh film asli kereeeeeeeeennn bangettt. Saya sampai bengong dan ternganga melihatnya. Sinemato...
  • [Review] Makarizo Hair Energy Hair Fragrance Fresh Bouquet
    Hi temans, Minggu ini saya mau review produk perawatan rambut yang termasuk baru di pasaran.. Pengharum rambut.. Hair Fragrance......
  • [Review] Nano Healthy Family - Pijat Puas Harga Pas
    Sabtu kemarin saya mendapat berkat lagi dari salah satu sahabat saya. Sudah lama dia mau traktir saya pijat refleksi, tapi belum juga ke...
  • Hati Yang Keras
    Satu bulan kurang tanpa sosial media, saya tersadar... Banyak berita, artikel, status, yang terlihat membesarkan hati sekelompok orang tapi ...
  • Hadiah Ulang Tahun Tak Terkira
    Dua hari lalu salah satu sahabat terbaik saya tahu-tahu inbox saya di FB. Ngucapin selamat ulang tahun yang sangat telat. Walau pun ga memp...
  • [Review] Mineral Botanica Acne Care
    Sudah beberapa minggu pakai Mineral Botanica Acne Care, udah waktunya review nih.  Walaupun saya masih gedeg karena 1 pesanan say...

Selamat datang di amsaLFoJe. Anggap saja di sini kamu sedang melihat sebuah museum yang berisi buah karya Lasma. Mulai dari - cerita keseharian, - opini, - fiksi, - ilustrasi, - printable stuff dll. Jika kamu suka apa yang Lasma bagikan, kamu bisa mendukung Lasma dengan SAWERAN. Selamat menikmati menjelajahi museum amsaLFoJe.

Traktir kopi

Traktir kopi
Traktir amsaLFoJe kopi supaya makin semangat nulis.

Art & Design Services

Art & Design Services

Berlangganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
  • Lasma Works
    Lasma Works
  • Go_Blog
    [ULASAN FILM] STEPHEN CHOW SI RAJA PENGEMIS MISQUEEN

Partisipasi Survey Dibayar $

Partisipasi Survey Dibayar $
Jadi bagian partisipan survey, bukan dibayar pulpen, tapi $. Klik pada gambar

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates