Thursday, December 29, 2016

Akhir Tahun Di "Pengasingan"

Update blog dari tablet si bocil yang super lemottt. Nulisnya pendek-pendek biar ga darah tinggian.

Jadi, kenapa pakai tablet si bocil? Hp bekas bokap akhirnya mati total juga. Sedihhh... hix... ga bisa eksis. Halahhh..

Sekarang cuma bisa dihubungi ke hp yang harganya cuma 125ribu. Cuma bisa nelepon dan sms. Bisa selfie, tapi mukanya jadi gelap. Bocil suka banget selfie pakai hp saya ini. Ketawa geli sendiri dia dengar bunyinya.

Ada bagusnya hp rusak. Jauh dari hingar bingar dunia socmed yang terakhir hp saya hidup, situasinya cukup ganas dan bikin lelah. Lebih lelah dari nungguin macet di dalam angkot B03 jurusan Meruya-Citraland.

Sedihnya, bisnis Oriflame jadi mandek. Ga bisa ngapa-ngapain. Walaupun poin tetap terkumpul, saya susah kejar tutup poin pribadi dengan jualan. Sedangkan kalau kumpulin poin dengan belanja pribadi belum mampu. Puji Tuhan masih ada orderan dari teman kantor Aki. Tapi sampai tanggal segini pun masih belum tutup poin. Hiksss. Masih berharap bisa tupo. Belum tanggal 31 ini.

Sedih lainnya, susah komunikasi dengan manusia lain. Bener-bener internet sekarang udah kayak kebutuhan primer. Ini saya internet ada tapi ga ada alatnya. Ya tablet si bocil ini aja sih yang dengan sabar dipake. Berasa ada di dunia lain. Terpencil.

Keluar rumah dong, Lasss....

Malesss. Hahhaha... manusia introvert yang lebih suka duduk di rumah. Kalau bersosialisasi pun lebih suka dengan yang udah kenal.

Manusia malas kayak saya ini bagusnya diapakan?

Bagusnya yang lain hp saya balik ke jaman Britney Spears.... saya jadi lebih rajin baca buku. Buku apa? Komik Miiko dan kumpulan cerpen Kompas. Wakwakwak.

Selagi belum punya hp canggih lagi, mau menikmati masa-masa tenang ini. Walau akhirnya buta sama dunia luar. Udah ga tahu lagi ada berita heboh apa.

Yang diotak tiap hari sekarang cuma bagaimana menyelesaikan pekerjaan rumah.

Berserah sama Tuhan soal bisnis dan hubungan. Ga enak, tapi mau menikmati masa-masa ini sambil cari tahu maunya Tuhan.


Wednesday, December 28, 2016

[Blogging] Penggunaan Bahasa Yang Asik Dalam Blog



Pagi ini saya mengeluarkan keluhan pertama saya pada suami tentang kebiasaan beberapa blog yang saya baca. Keluhan apa yaaa bu??

Kayaknya sih saya sudah pernah menuliskan hal ini di salah satu postingan saya. Hehehe. Tentang mencampur adukkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris dalam menulis.

Wednesday, November 23, 2016

Runtuhnya Kebanggaan

Alice12-pixabay


Dua tahun ini, bisa dibilang tahun yang luar biasa tak terduga buat keluarga dari pihak saya. Banyak hal tidak terduga terjadi seperti bertubi-tubi. 

Melihat kedua orang tua saya tetap tenang menghadapi masalah merupakan sebuah mukjizat buat saya. Saya yang jauh dari mereka malah lebih emosional. Marah, kecewa, terluka. Bukan hanya pada situasi, tapi juga diri sendiri yang tidak bisa mengurangi beban mereka. 

Kami tidak ada yang sakit saja sepertinya sudah menjadi kabar baik buat mereka.


Setiap kali saya merenungkan yang kami alami, saya teringat saat kami dalam kondisi baik-baik saja. Masih ada masalah, tapi bukan sesuatu yang menggoncang kami begitu rupa. Dalam kondisi tenang itu, ada kebanggan di dalam diri saya. Seperti tunas kecil yang menyembul, berbahagia karena keluarga saya keluarga yang luar biasa. Takut akan Tuhan, orang tua saya diandalkan orang banyak serta dituakan. Nama anak-anaknya saja dikenal di mana-mana (ngartis).

Tapi kebanggan itu tidak hidup lama. Seolah Tuhan tidak mengijinkannya tumbuh lebih besar, Ia malah menginjak dan meremukkannya tak bersisa. Tembok-tembok dalam pikiran saya yang mungkin saya bangun telah lama tiba-tiba ambruk tanpa ampun.

Marah? Tidak. Orang saya tidak, tapi saya iya. Kecewa. Kenapa?? Pertanyaan favorit yang jawabannya baru Tuhan perlihatkan malam ini.

2 Korintus 10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Ayat ini tiba-tiba timbul dalam hati saya.

Kadangg...

Saat kondisi kita baik-baik saja, kita begitu bangga dengan semuanya. Lupa kalau di dalamnya ada campur tangan Tuhan. Kita lupa ada kedaulatan mutlak yang dapat mengambil ketenangan itu kapan saja. Kita lupa kondisi baik-baik saja itu sebenarnya adalah hadiah, anugrah.


Tanpa sadar kita besar kepala. Mungkin tidak terlihat, tapi kalau kita minta Tuhan selidiki... Mungkin... ada kerikil-kerikil yang tidak kita sadari dapat membuat kita terpeleset dan jatuh.

Itulah mengapa, Ia meruntuhkan kebanggan saya pada keluarga. Bukan supaya saya tidak sayang keluarga, tapi supaya saya membangun sukacita saya atas keluarga saya dengan dasar yang benar.

Keruntuhan ini mengajarkan kami untuk memakai pikiran Kristus bukan manusia. Ia ingin kami membangun kebanggaan kami dengan dasar yang benar yaitu, kasih karunia di dalam Kristus. Bukan jabatan, harta, pengakuan, atau pun pujian yang ditulis di atas pasir.

Jadilah rendah hati.... itu yang Tuhan mau.












Saturday, November 19, 2016

Review: Deadpool, Film Lebih Romantis Dari Romeo dan Juliet


IMDB


Telat ga sih baru sekarang mau review film ini? Ga ada kata terlambatlah yaaa. Soalnya suka banget sama film "brutal" ini. 

DeadPool ini bukan cerita tentang kepahlawanan macam Avenger yaa. Ratingnya aja MATURE. Jadi, peringatan buat orang tua biar ga ada kasus #SaveIndonesia lagi gara-gara salah ajak anak-anak nonton film dewasa. Tontonlah film sesuai usia.

Film ini juga ga saya saranin buat mereka yang belum menikah. Kenapa? Ya udah tahulah kenapa. Hehehe...

Tapi buat yang sudah menikah, boleh deh nonton film ini. Makna filmnya dalem banget. Bikin api asmara pada suami membara kembali. Apa cobaaa... hahhahahha... *husss

Saya ga mau bikin spoiler. Inti cerita ini sih gimana caranya si pemeran utama Wade berusaha untuk pulih dari kanker supaya tetap bisa terus sama pacarnya. Tapi yang dia dapet malah kekuatan yang bikin dia bisa sembuh sendiri. Tentunya ada dampak buruk bagi dirinya sendiri. 

Ceritanya benar-benar jauh dari kepahlawanan karena DeadPool manusia super yang sebenarnya suka seenak jidadnya. Dia tidak peduli pada kebaikan atau kemanusiaan. Bahkan dia suka mengadu domba teman-temannya sendiri demi sebuah kesenangan. Ini kebiasaan buruk, tapi buat saya yang nonton tetap saja bikin terbahak-bahak. 

Tapi ini film asliii romantis banget. Bukan karena adegan romantisnya, tapi karena makna yang disampaikan. Si cowo lewat tindakannya seolah berkata "Apa pun akan aku lakukan untuk bersamamu." Si cewe sendiri memberi kesan, "Apa pun yang terjadi padamu, aku akan tetap bersamamu." Pokoknya jadi inget sama suami sendiri sepanjang film diputar. *lophelophe

Pesan lainnya, terkadang kita suka memakai cara sendiri untuk membahagiakan pasangan kita, padahal belum tentu itu yang dia mau. Kita berusaha melakukan ini itu buat pasangan, tapi ternyata dia hanya mau kita tidak jauh-jauh dari dia. Itu kenapa kita perlu belajar mendengar apa yang pasangan kita inginkan dan butuhkan.

Saya suka film ini selain karena Ryan Reynolds berakting bagus, jalan cerita romantis,  kita disuguhkan banyak jokingan dan adegan lucu yang segar. Di luar kata-kata kotor dan makian tentunya.

Lelucon yang digunakan rata-rata diambil dari film lain. Semacam pelesetan. Banyak dialog yang mengungkit-ungkit film lain yang bisa bikin kita terbahak. Buat pecinta film wajib nonton film ini. Dan ternyata si sutradara Tim Miller memberi kebebasan pada para aktornya untuk improvisasi akting dan adegan. 


Bocoran salah 1 adegan yang bikin ngakak


Puas banget nonton film ini. Di tengah maraknya film superhero, DeadPool memberi warna baru yang ga biasa. Santai, lucu, romantissss ( di luar kata-kata kotor dan makian-ditekankan lagi hahhaha). Di IMDB ratingnya 8,1. Bisa cek detailnya di sini

Saya sendiri memberi nilai 8 dari 10. Karena pengemasan filmnya yang menarik, ga biasa, akting yang bagus (terutama Vanessa... I saw love in her eyess... You did it girl!!). Nilai 2 sisanya gara-gara kata-kata kotor (gua tekankan lagi). Hahahhaha. Tapi itu memang karakter si tokoh. Mau gimana lagi??

Ngomong-ngomong gara-gara kostumnya, jadi agak ketuker sama Antman.

Friday, November 18, 2016

3 Tahun Jadi IRT

Tiga tahun jadi IRT bikin saya ngerti kenapa banyak IRT cukup rendah diri, ngerasa ga berharga, ga bahagia dengan hidupnya.

Bukan karna kurang bersyukur, bukan karna kurang iman. Tapi karena kadang para IRT ini kehilangan jati diri.

Punya mimpi banyak akhirnya dikubur atau ditunda demi memgabdikan diri buat keluarga. Sudah mengabdi begitu ga jarang pilihannya ga dapet dukungan dari orang terdekat. Udah ga dapet dukungan, karena pekerjaannya tiap hari hanya pekerjaan "biasa", mereka juga jarang dapet apresiasi.

Kadang IRT merasa kurang baik, kurang berusaha, kurang pintar, kurang cantik dan kurang lainnya. Badai di dalam dirinya bahkan dirinya sendiri pun belum tentu bisa menenangkan. Mau cari siapa? Suami yang pulang kantor dengan wajah lelah? Teman baik, tapi tidak mau masalah rumah tangga sampai keluar.

Seperti spageti, memang begitulah isi kepala IRT. Belum kalau ditambah masalah keuangan, ribut dengan keluarga pasangan, atau kondisi kesehatan yang kurang baik.

Ibu-ibu sering merasa seperti sendirian di tengah badai. Tadinya saya pikir itu ga wajar, waktu baca blog beberapa teman baru mengerti. Semuanya wajar.

Otak dan hati wanita memang sering terserang badai. Masalah sepele pun bisa membuat mereka menangis tersedu kalau lagi ga beres.

Saya bukan mau kasih saran atau nasihat, cuma mau kasih dukungan. Tetap semangat Mama, Bunda, Mami, Umi, Ibu. Mungkin kita lelah dengan setiap masalah yang kita pikul. Sudah seperti merangkak bahkan mungkin merayap. Mama, Bunda, Mami, Umi, Ibu ga sendirian. Kita merasakan yang sama. Kalau hari ini pengorbanan kita seperti tidak pernah cukup, roh kita seperti sudah kurus tiada berdaya, Tuhan Pencipta Langit dan Bumi yang akan memperhitungkannya. Apa yang kita korbankan tidak akan pernah sia-sia.
Bersukacitalah dan bergembiralah ^^.


Thursday, November 17, 2016

Mama Modis

Lipstick: Pure colour - Radiant Red
Sunglasses - pinjam punya gi


Huhuhu, siapa di sini IRT yang bau bawang?? Demen pakai daster? Rambut digelung ke atas, muka kusam berminyak hihihi...

Saya! Saya!! Bangga banget deehhh...
Tapi ga jarang IRT kayak saya juga pengen kelihatan gaya. Pengen kece. Pengen keliatan keren. Iya ga??

Sayangnya, kadang keinginan dan dompet tidak seiring sejalan. Apa daya, semua serba seadanya. Saya juga kalau ga jualan kosmetik mungkin ga bakal dandan. Disimpen duitnya baik-baik. Wakwakwak.
Ngenes bangetttt yaaa..

Weewewewew.... ternyata ga perlu sengenes itu juga kok. Buktinya ada tuh saudara saya yang gaya dan tetep modis. Modis, Modal Diskon. Yang dibeli ya barang diskonan. Hahhahah. Jadi ga perlu nangis kalau mau nyari kualitas bagus karena mikirin harganya pasti mahal.
Apalagi kayak saya ini. Suka males belanja. Karna tiap belanja, nemu barang yang disuka ehhhhhh harganya bikin nangis darah. Makanya ga terlalu antusias kalau diajak belanja fashion.

Dulu saya ga ngerti tuh belanja modis. Tapi saudara dan suami saya ternyata kalau belanja modal diskon banget. Mereka bisa dapet barang bagus dengan harga rendah.

Belajar dari situ kalau butuh apa-apa saya cari yang diskon. Hahhaha. 
Kayak dua bulan ini udah mikirin mau beli flatshoes tapi males banget belanja keluar. Nyoba ini itu melelahkan tahuuu. 
Udah diniatin dari jauh-jauh hari mau belanja online aja. 


Saya sendiri memang tipe yang lebih suka belanja online. Kenapa? Karena bisa liat tuh yang diskon-diskon dalam sekali sapuan mata aja. Ga perlu cek label harga, pas liat mahal langsung lepassss.... hahhaaha

Kalau belanja online bisa nyambil cari tips milih sepatu yang cocok buat kita kan abis itu banding-bandingin harga diskonnya. Pokoknya tinggal jempol yang kerja. Ga perlu pake pegel dan hemat ongkos. Ga perlu kejar-kejar Gi yang happy liat ruangan luas.

Tapiii, tetep yaaa kalau mau belanja online harus cari yang aman. Jangan yang abal-abal dan ga ada perlindungan konsumennya.

Kemarin-kemarin udah widow shopping di Zalora. Ada beberapa flatshoes dan wedges (lohhh kok), yang saya naksir. Hohoho.

Enaknya belanja di Zalora ini sih merknya udah kenal. Yang kemarin-kemarin sudah saya masukin ke keranjang merk standar yang sering saya pakai. Yongkie Komaladi. Udah percaya sama merk itu jadi ga ragu buat masukin keranjang.

Yang bikin happy, hahahha.... kabar gembira untuk kita semuaaa..
Ternyata ada diskon lebih dari 50% di tanggal 12 Desember di Zalora. Saya beruntung banget yaaaa (pasang alrm). Ya bukan saya doang sih.

Ternyata belanja online aja ada harinya. Untuk merayakan Hari Belanja Online Nasional itu, Zalora kasih diskon yang ga boleh dilewatin. Apalagi yang lagi cari baju Natal dan tahun baru wiiihhhh.
Ibu-ibu modis kayak saya udah pasti manfaatin momen Harbolnas ini. Kapan lagi kannn?? Mana tahu tadinya budget buat beli 1 sepatu bisa nambah 1 item lain. Ngarepppp pake bangettt.

Yang penting produknyan jelaslah. Bukan beli kucing dalam karung. Ga perlu desak-desakan dan senggol-senggolan sama orang juga. Yang penting koneksi internet lancar :D.

Masuk-masukin keranjang dulu ah produk incerannya. Mana tahu nanti diskonnya tambah bikin fly :D.

Kalau udah beli dan terima barangnya, pastinya nanti saya posting di bloggg ;)


Sunday, November 13, 2016

Tips Membuat Drama Natal



If Jesus Never Born

Apakah sudah ada yang mendengar kidung-kidung Natal dinyanyikan?? Ga berasa udah mau akhir tahun yaaaa. Pasti udah pada sibuk persiapan ini itu buat perayaan Natal. Bayanginnya bikin kangen.

Ngomong-ngomong soal perayaan Natal, biasanya ga jauh-jauh dengan pertunjukan juga. Salah satunya drama. Iya kan? Iya kan? Siapa yang tahun ini ibadahnya ngadain drama??!! Unjuk tangannnn!!!!

Kalau sudah ngomongin drama saya selalu antusias. Beberapa tahun pelayanan di bidang drama banyak pelajaran yang saya dapat. Walau pun sudah ga pelayanan lagi, tetep pengen menjadi bagian dari pelayanan itu.

Jadi, membuat tips ini mungkin bisa membantu adik-adik yang mau membuat pertunjukan drama Natal atau drama lainnya yang berhubungan dengan ibadah gereja tapi bingung harus mulai dari mana. Dengan tips ini semoga bisa memberikan gambaran adik-adik, apa yang harus dilakukan.

If Jesus Never born
Saya sebagai oelayan Herodes dan Aki sebagai Herodes

Kalau yang udah lebih ekspert boleh deh baca postingan ini dan mungkin bisa nambahin poin-poin yang saya buat. Hehehehe.

Disimak yaaaa

1. Pastikan cerita sesuai tema
Jadi sebelum membuat naskah drama, pastikan dulu kita sudah tahu tema Natal yang diangkat. Ga cuma membantu kita lebih fokus tapi juga membantu membangun pesan natal lebih kuat disampaikan.


2. Pastikan kapan drama akan ditampilkan
Kenapa harus tahu? Karena kadang-kadang ada drama yang ditampilkan sebagai pembuka kotbah dan ada juga yang ditampilkan setelah ibadah inti berakhir. Semacam penutup dan perayaan. Kalau drama yang ditampilkan ternyata adalah pembuka kotbah, kita harus lebih intens komunikasi dengan pembicara. Pesan apa yang ingin disampaikan si pembicara, si pembicara sendiri merasa lebih cocok dramanya seperti apa, dari cerita Alkitab atau keseharian saja.

Kadang malah ada pembicara yang sudah tahu yang dia mau dan ga perlu pakai ditanya, langsung menjelaskan. Ini malah lebih terbantu.

Sebagai murid Yesus. Entah siapa. Yang penting murid Yesus. hihihi. Gara2 kurang pemain cowo

Kalau tidak bisa komunikasi secara langsung dengan pembicara, minimal seksi acara atau EO ibadah.

Tanyakan sejelasnya apakah dramanya mau serius atau humor. Apa saja yang perlu ditekankan dalam drama? Misalnya penekanan pada rasa kekeluargaan atau rasa syukur atau mengampuni. Ada hal2 yang tidak boleh ditampilkankah? Misalnya tidak boleh ada pria yang kewanita2an atau bau-bau politik.

Kalau sudah tahu dicatat supaya saat kita membuat naskah lebih terarah.


2. Brain storming
Keluarkan semua ide yang dipunya di dalam tim. Tidak usah takut ide kita tidak terpakai karena kadang malahan ada ide yang dipakai hasil kombinasi beberapa pemikiran.


Jangan males mikir. Kalau mentok buka lagi alkitabnya, baca lagi tema dan pesan yang ingin disampaikan. Browsing dan baca buku juga bisa jadi alternatif. Amati juga peristiwa sehari-hari.

3.Buat draft sesegera mungkin
Namanya saja draft. Masih ide dasar. Ga perlu rapih-rapih amat. Tidak perlu menginginkan naskah yang sempurna di awal-awal. Yang penting kita tahu alur cerita dan penokohan dulu karen pada prakteknya naskah pasti akan banyak dirombak. Entah dikurangi atau ditambahkan.


4. Diskusikan naskah
Diskusikan lagi draft naskahnya untuk mematangkan naskah tersebut. Jika sudah ok, sampaikan pada EO atau pembicara. Jika mereka ok, bisa lanjut latihan.


5. Komitmen 
Kalau yang ini sudah masalah sikap ya. Seandainya kita sudah dipilih untuk menjadi bagian tim drama, berkomitmenlah untuk selalu datang latihan. Ini bukan cuma demi kelancaran persiapan, tapi juga sebagai sikap kalau kita serius mau melayani. Mau menyampaikan pesan Tuhan lewat drama. Bukan sekedar main drama.


6. Kesatuan hati
Ini hal yang paling sulit dibanguh. Apalagi kalau ada hal-hal yang tidak berkenan. Saya pernah menulis naskah dan akhirnya naskah saya tidak dipakai sama sekali. Gedeg, tapi Roh Kudus mengingatkan, pelayanan bukan tempat kita mengaktualisasikan diri. Pelayanan adalah tempat di mana kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan agar kasih dan anugrah Tuhan tersalurkan pada orang lain. Kita hanya pelayan. Titik. Pelayanan adalah suatu kehormatan bukan kebanggaan.

Che Ting. Menantu bawa chiong gara-gara shio buaya. hahahah

Jadikan pesan Tuhan tersampaikan dan tepat sasaran sebagai tujuan utama. Supaya kita bisa menganggap satu sama lain lebih penting.

7. Anggap penonton rumput yang bergoyang 
Baru pertama pelayanan drama dan grogi berat?? Anggaplah penonton rumput yang bergoyang. Hehehehe. Yang udah sering drama aja masih suka grogi.

Panggung itu daerah kekuasaanmu, sampaikan pesan Tuhan dengan lantang lewat peranmu. 

Tante Potti. Si Penggoda

Buat Tuhan tersenyum melihat pertunjukanmu dan 1 tim pelayananmu. Itu yang paling penting. 


Itu 7 tips dari saya. Kalau masih bingung cari tema drama natal, bisa intip cerpen buatan saya. Kalau mau buat naskah dari cerpen saya gpp. Hehehehe. Kepedean. Ga usah minta ijin. Saya menulis cerpen-cerpen itu karena terinspirasi dari naskah-naskah drama yang dibuat tim drama saya dulu.

Kami membuat naskah tentang bagaimana konflik batin Maria saat menerima kabar kehamilannya, tentang bagaimana kondisi murid-murid Yesus saat Yesus mati dan dikuburkan lalu bangkit pada hari yang ke 3, tentang Yusuf, tentang Abraham, dll.

Drama-drama itu tidak hanya memberi pesan pada jemaat, tapi pada saya juga. Sangat membekas.

Kangennn bangettt. Sebenernya lebih suka di belakang panggung juga. Bagian nulis naskah, properti, dan bantu makeup. Tapi karena sering kekurangan orang jadi harus ikut naik panggung juga walau cuma berdiri tanpa dialog jadi pelayan raja. Xixixixi.

Semangat buat persiapannyaaa!!! Segala kemuliaan hanya buat nama Tuhan!!



IA BERDAULAT DAN IA PENUH KASIH

Councelling - pixabay

Sebelum membaca keseluruhan tulisan ini, mari kita melakukan sesuatu. Ambil secarik kertas dan alat tulis lalu mulailah menulis  hal-hal yang paling kita inginkan. Benar-benar paling kita inginkan yang mungkin kita doakan siang dan malam atau jika tidak kita mendapatkannya, kita mungkin ingin dunia berakhir saja.

Apakah itu kelulusan dari study kita? Pemulihan keluarga? Kesembuhan orang-orang yang kita cintai? Bebas dari hutang? Apa yang paling kita inginkan, tuliskanlah di kertas tersebut.

Oke, jika sudah menuliskannya, biarkan kertas itu berada di sisimu dan mari kita mulai membahas apa yang akan kita bahas. Saya akan mulai pembahasan ini dari beberapa cerita.

Cerita pertama, tentang saya yang pernah gagal dalam sidang skripsi. Sebuah hal yang memalukan dan menghancurkan hati saya. Sebelum sidang skripsi saya sudah membayangkan apa yang akan saya lakukan setelah sidang skripsi. Pekerjaan yang mapan, orang tua yang bangga pada saya, wisuda bersama teman-teman seangakatan. Tapi semua apa yang saya bayangkan hancur seketika saat dosen penguji saya menyatakan saya tidak lulus. Saya menangis di depan mereka. Saya bertanya-tanya pada Tuhan, apa yang salah?? Saya merasa Tuhan tidak adil. Sampai di akhir semester saya, saya selalu mendapat IPK yang baik. Teman-teman saya menganggap saya pintar, tapi kenapa saya malah tidak lulus? Saya sudah melayani Tuhan sampai kuliah saya terbengkalai. Apa yang salah? Kenapa Tuhan tidak bela saya?? Hancur hati dan sepertinya Tuhan sedang ‘memunggungi’ saya.

Pada kenyataannya, dari kegagalan saya ternyata Tuhan mengajarkan saya untuk melawan rasa takut gagal sekaligus menghancurkan setiap kesombongan saya. Di sidang yang kedua, sekalipun saya punya iman akan lulus, saat itu saya sudah siap untuk gagal yang kedua kali. Tuhan menguatkan dan meneguhkan hati saya untuk memiliki iman dan mengatakan “ Lulus atau tidak lulus, Kau tetap Allahku.” Apa pun keputusan Tuhan hari itu, saya akan tetap mengasihi Tuhan dan akan tetap ikut Dia. Hari itu titik di mana saya benar-benar mengerti apa artinya percaya kepada Tuhan.

Cerita yang lain adalah cerita dari kehidupan salah satu pembimbing rohani saya di Bimbingan Pra Nikah. Beliau orang yang sangat mencintai Tuhan dan sangat ingin memuliakan Tuhan dalam hidupnya. Tentu saja sebagai pelayan Tuhan beliau berharap kehidupan keluarganya baik-baik saja. Tapi kenyataannya, tidak. Beliau harus bergumul dengan kondisi anaknya yang ‘unik’ yang orang katakan ‘bermasalah’ sementara ia sendiri mengatakannya sebagai cerdik. Satu hal yang terngiang-ngiang ditelinga saya saat beliau menguatkan kami anak-anak binaannya untuk terus berharap pada Tuhan. Tidak berhenti berdoa. Tidak berhenti berpengharapan. Tidak berhenti memiliki iman. Iman yang seperti apa? Iman yang di saat baik kita bersyukur, di saat buruk pun kita tetap bersyukur. Kata-katanya begitu menguatkan saya dan di situ saya semakin melihat bahwa beliau benar-benar mengasihi Tuhan dan berpengharapan pada Tuhan sekalipun beliau sendiri ciut dan takut akan masalahnya sendiri.

Dari dua cerita di atas apa yang sebenarnya ingin saya bagikan?? Apakah tentang pengharapan?? Lebih dari itu. Ini tentang sikap hati kita. Sikap hati kita saat berharap pada Tuhan dan meminta segala sesuatu yang kita inginkan.

Mari kita ingat-ingat sebentar, bagaimana selama ini cara kita berdoa dan meminta pada Tuhan? Apakah seperti yang saya lakukan dulu? Dengan penuh kegagahan dan kebanggan kita mengatakan, 

“ Tuhan, aku sudah melakukan ini dan itu untuk-Mu. Kau pasti akan mendengarkan dan mengabulkan doaku, kan??” 

“ Bukankah Tuhan mengatakan akan membukakan pintu jika kita mengetuk dan akan memberi jika kita meminta??” 

“ Bukankah ada hukum tabur tuai? Aku sudah melakukan banyak hal baik sesuai dengan perintah Tuhan, aku melayani di gereja siang dan malam, sudah pasti Dia akan mendengar doaku dan memberikan apa yang aku inginkan.”

“ Tuhan berkata, asal kita meminta dan percaya, kita pasti akan menerima.”

Adakah kita pernah berpikir seperti itu? Sampai akhirnya kita menemukan bahwa kita tidak menerima apa pun atau malah lebih buruk dari apa yang kita bayangkan. 

Keluarga kita semakin hancur, study kita tidak mengalami kemajuan, pekerjaan kita tidak menghasilkan hal yang berarti, pelayanan kita tidak membawa dampak dan perubahan. Padahal kita sudah berusaha melakukan bagian kita, kita sudah berdoa hingga berderai air mata, tapi kenapa malah yang kita terima malah lebih buruk. Apa memang orang Kristen harus selalu hidup susah?? Apakah Tuhan ingkar janji??

Bukankah hal yang mengecewakan jika akhirnya kita memilih ikut Kristus, tapi malahan hidup kita semakin sulit? Apa yang kita inginkan, yang katanya terjadi sesuai dengan imanmu, malahan terjadi sebaliknya, bukankah sangat mengecewakan?? Kenapa Tuhan tidak dipihak kita??

Pengharapan kita, iman kita rasanya jadi seperti angin yang berlalu begitu saja. Sia-sia. Doa-doa kita seperti menjadi bunyi yang kita teriakan lalu menghilang di telan udara dan kita mulai bertanya-tanya, apakah Tuhan mengasihi saya? Apakah Tuhan mendengarkan doa saya? Mengapa begitu sulit untuk Tuhan melakukan apa yang saya harapkan? Doa saya tidak muluk-muluk. Doa saya bukan untuk saya sendiri, tapi untuk keluarga saya, untuk pelayanan, untuk pekerjaan yang semuanya akan mendatangkan kemuliaan Tuhan, tapi kenapa Tuhan tidak berpikir sama dengan saya??

Dari pengalaman kegagalan skripsi saya, saya mengerti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Kehidupan orang Kristen bukan hanya tentang doa yang terus menerus hingga berderai air mata. Bukan sekedar doa dan pengharapan yang akan kemuliaan Tuhan dinyatakan. Tapi tentang hati kita kepada Tuhan. Tentang bagaimana kita menempatkan Tuhan di hati kita dan bagaimana kita memandang Dia sebagai bagian dari hidup kita.

Ada dua poin yang Tuhan ajarkan

Mengakui Kedaulatan Tuhan Dalam Hidup Kita
Ya, Dia mengangkat kita sebagai anak-Nya. Ya, Dia telah membebaskan kita dari budak dosa. Ya, kita sekarang adalah orang merdeka. Tapi kita perlu terus mengingat bahwa kedaulatan Tuhan atas hidup kita masih berlaku. Ia bisa memutar hidup kita ke kanan atau ke kiri seperti yang Ia mau. Ia bisa membuat kepala kita di kaki atau kaki di kepala tanpa perlu Ia meminta ijin dari kita. Dia Tuhan, Dia Raja. Dia bisa melakukan apa pun yang Ia mau. Dapatkan pemikiran kita membatasi apa yang akan Ia lakukan?? Dan jika kita mengatakan Yesus adalah Tuhan dan Raja dalam hidup kita, siapakah yang memerintah kehidupan kita? Kita sendiri? Pikiran kita sendiri? Keinginan kita sendiri? Idealisme kita sendiri? Standar-standar kita sendiri?? 


Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" Roma 9:20

Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. Roma 16:18

Jangan pernah berhenti untuk mengingat bahwa kita adalah hamba, kita adalah debu yang tidak berarti apa-apa, tapi dengan perkenanan dan kasih karunia Tuhan, Ia mengangkat kita dan menjadikan kita mulia dan sempurna dimata-Nya. Bukan karena apa yang kita lakukan, tapi karena apa yang telah Ia lakukan. Pikiran dan standar hidup kita tidak akan mampu membatasi kuasa-Nya.

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. Amsal 19:21


Percaya Akan Hati Tuhan

Kita mengakui kedaulatan Tuhan atas hidup kita, kita mengakui kuasa-Nya dapat melakukan apa pun dalam hidup kita, tapi jika kita percaya hal itu saja, kita akan cenderung menjadi takut. Kita segan untuk meminta. Bagaimana kalau Tuhan tidak setuju? Bagaimana kalau Tuhan tidak mengabulkan doa kita karena Dia bisa menjawab Ya atau Tidak sekehendak hatinya. 

Jangan. Jangan berhenti hanya sampai mempercayai kedaulatan-Nya, tapi percayalah juga kepada hati-Nya. 


Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11

Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." Matius 7: 9-11

Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. Roma 11:29

Bapa bekerja tidak berhenti hanya untuk menunjukkan kedaulatan-Nya, tetapi juga kasih dan karunia-Nya. Jika kita menilik setiap janji yang Tuhan nyatakan dalam Firman-Nya, kita akan menemukan bagaimana hati Tuhan. Apa yang ada di kedalaman hati-Nya dan bagaimana Ia memandang kita. Di dalam Firman-Nya kita akan melihat hati Tuhan yang mengasihi kita lebih dari yang kita pikirkan. Jadi, apakah firman Tuhan berisi kebencian-kebencian Tuhan akan manusia? Bukankah firman Tuhan pernuh dengan pengampunan, penyertaan, kasih karunia dan belas kasihan Tuhan akan manusia. Lalu apakah pribadi yang mengasihi kita begitu dalam akan merancangkan hal-hal yang buruk bagi kita?? Tidak bukan??

Dua hal ini, mengakui kedaulatan Tuhan dalam hidup kita membuat Tuhan bekerja dan berkarya dengan bebas dalam hidup kita. Mempercayai hati Tuhan membuat hati kita aman dan damai dalam firman-Nya karena kita tahu bahwa Bapa akan selalu memberi hal yang baik, bukan hal buruk sekalipun apa yang Dia berikan tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan. 

Yang terakhir, mari kita lihat apa yang telah kita tulis di atas kertas tadi. Bawalah setiap keinginan hati kita itu di bawah kaki salib Tuhan dengan doa yang pernah Tuhan Yesus ucapkan di saat-saat terberat-Nya.  Ia percaya sepenuhnya kepada Bapa dengan tidak takut-takut meminta, tetapi Ia juga dengan sepenuh hati menundukkan diri di bawah kedaulatan Bapa atas hidup-Nya. Biar kehendak Bapa yang terjadi.

Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. 
Lukas 22:42

Ditulis untuk Majalah Pearl 2013











Diamlah dan Ketahuilah, Bahwa Akulah Allah!

StockSnap - Pixabay

Mazmur 46:11

“ Matenglah!! Dipecat deh gua!!” itulauh jeritan hati saya saat pertama mendengar kabar dari teman kerja saya kalau namanya sudah mendapat kesan jelek di mata beberapa orang tua murid karena kecerobohan saya.


Panik. Takut. Stress. Merasa bersalah. Merasa tertuduh. Tidak tahu harus berbuat apa. Rasanya mau menangis. Sudah minta maaf pada teman saya tersebut, tapi toh tidak mengubah keadaan. Belum lagi 1 informasi yang tidak saya sampaikan dengan benar pada salah satu orang tua. Kalau saya tidak menyampaikan informasi ini, nama teman saya akan semakin bertambah jelek di mata orang tua plus kepercayaan orang tua murid tersebut pada sekolah akan berkurang.

Leher tegang, kepala pusing. Berkali-kali saya telepon orang tua murid itu, tapi yang ada telepon saya tidak tersambung sama sekali. Dari pagi sampai malam saya telepon dan rasanya mau meledak karena sulitnya orang tua murid ini dihubungi. Saya ingin bertanggung jawab dengan kesalahan saya, saya sudah siap terima apa pun akibat dari kesalahan saya, tapi semakin lama telepon tidak dijawab, semakin tegang urat leher dan kepala saya.

Siapa yang pernah mengalami hal yang sama seperti saya?? Tunjuk tangan!!

Seberapa sering kita menemukan diri kita berkubang dalam masalah yang kita hadapi? Kita ingin cepat-cepat menyelesaikan segala sesuatu yang ada di hadapan kita. Kita selalu ingin cepat-cepat berpindah dari satu situasi ke situasi lain. Apalagi kalau situasi itu menekan kita.

Ingat saat kita masih SD? Kita ingin cepat-cepat menjadi SMP. Saat kita SMP ingin cepat-cepat SMA. Duduk di bangku SMA kita ingin cepat-cepat kuliah. Di saat kuliah, kita ingin cepat-cepat bekerja.  Jika kita tidak menyelesaikannya tepat waktu, berarti kita dalam masalah. Ada masalah berarti harus diselesaikan. Tapi untuk menyelesaikannya ternyata tidak semudah yang kita kira. Keadaan tidak 100 % ada dalam kontrol kita sendiri.

Dosen pembimbing yang sulit ditemui sedangkan waktu mengumpulkan skripsi sudah dekat. 

Sudah 3 bulan lebih kita tidak mendapat pekerjaan padahal teman-teman yang lain sudah bekerja. 

Pekerjaan yang kita ambil ternyata load kerjanya sangat menekan sedangkan banyak pelayanan yang harus kita selesaikan juga.

Orang tua kita ternyata punya kriteria khusus untuk calon mantunya, sedangkan kita sedang dekat dengan seseorang yang sangat berbeda jauh dari yang orang tua kita harapkan. 

Calon pasangan kita ternyata buka tipe hamba Tuhan yang suka berlama-lama berada di gereja sedangkan pasangan teman kita seorang hamba Tuhan yang rajin beribadah dan ikut pertemuan. 
Anak-anak kita ternyata sampai di usianya tidak bisa bicara dengan lancar sedangkan anak lain sudah bisa bicara dengan lancar.

Lalu kita mulai mencari-cari cara untuk mengatasinya. Kita mencari jalan keluar dengan cara ini dan itu. Kita mulai panik dan ketakutan.  Ini gara-gara dia! Dia sih ga bisa dibilangin! Mereka tidak mengerti saya! Apa yang salah? Apa yang telah saya lakukan?? Bagaimana saya harus membereskan masalah ini?? Bagaimana nanti kalau situasi ini tidak berubah?? Bagaimana? Bagaimana??!


Panic attack…

Sayangnya kecenderungan kita dalam menyelesaikan masalah di kondisi yang panik adalah menambah rusak keadaan. Mungkin bukan orang lain, tapi diri kita sendiri juga. Kita mulai mudah marah, mudah tersinggung, mengasihani diri sendiri, stress, dan mulai sakit-sakitan karena terlalu banyak yang kita pikirkan. Kita merusak hidup kita sendiri.


Terus apa dong yang harus kita lakukan dalam keadaan panik? Dalam keadaan luar biasa kusut. Pengen keluar dari kotak sempit dimana kita berdiri sekarang? Ke kanan salah, ke kiri salah. Harus bagaimana?

Dalam Mazmur 46: 11 Tuhan berkata pada kita,


"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"


Diamlah yang dimaksud pemazmur bisa bermakna ganda. Bisa supaya kita berhenti bicara, bisa berhenti melakukan sesuatu, bisa juga berhenti berpikir. Diam sejenak. Tuhan ingin kita diam sejenak di tengah-tengah keadaan yang luar biasa kacau. Untuk apa? Untuk sekedar mengingat satu hal…

Kita punya Allah yang besar. Kita punya Allah pencipta langit dan bumi. Kita punya Allah yang dapat menjungkir balikan segala sesuatu hanya dalam sekejap mata.

Ketika kita tenang, kita bisa memandang wajah Tuhan. Ketika kita memandang wajah Tuhan, kita bisa terbuka pada Tuhan. Ketika kita terbuka pada Tuhan, kita dapat berdoa dan mengungkapkan isi hati dan pengharapan kita pada-Nya. Ketika kita berdoa, kita melibatkan Dia dalam perkara kita. Ketika kita melibatkan Dia dalam perkara kita, kita memiliki pegangan. Ketika kita memiliki pegangan yang pasti dan kuat di dalam hidup kita, yaitu Tuhan, tidak ada lagi yang perlu kita takutkan.

Benar bukan?Apalagi yang kita perlu takutkan? Karena kita tahu pasti, apa yang Tuhan lakukan bukanlah rancangan kecelakaan dalam hidup kita, tapi rancangan yang terbaik dan penuh dengan harapan.

Yang pasti itulah yang saya rasakan saat saya menghadapi masalah yang saya ceritakan di atas. Waktu saya ingat kata-kata sahabat saya untuk saya tenang supaya bisa berdoa, saya sadari, saya sedang mengaduk-aduk masalah saya dan membuatnya menjadi lebih berantakan. Tapi, waktu saya berdiam, berhenti melihat ke kanan atau ke kiri, mengambil waktu untuk memandang wajah Tuhan. Hanya wajah Tuhan. Tuhan memberikan pengharapan yang baru.
 
Tuhan tidak bilang masalah saya akan dilupakan, tapi Dia memberikan damai sejahtera yang tidak bisa saya temukan dengan cara saya sendiri. Dia mengubah hati saya dan menyiramnya dengan air hidup. Ada iman yang baru. Iman yang mengatakan, tidak apa-apa Tuhan saya dipecat, tapi pasti Tuhan akan beri saya kekuatan. Tidak apa-apa saya dimaki, tapi pasti saya bertahan bersama Engkau. Tugas saya hanyalah mempertanggung jawabkan kesalahan saya dan menerima setiap resikonya. Sisanya biar Tuhan yang atur. Apakah saya akan dipecat atau dimaki. Saya tidak takut. Saya tidak gentar lagi. 

Masalah saya selesai tidak? Selesai. Orang tua murid tersebut membatalkan kerja samanya. Puji Tuhannya, tidak ada acara pemecatan dan tidak ada acara mencaci maki. Malahan orang tua murid tersebut berterima kasih karena kami sudah berkata jujur.

Terkadang setiap mengingat hal ini saya ingin menangis karena malu. Sering sekali saya berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri dengan isi kepala yang seperti benang kusut, padahal di samping saya Tuhan sudah mengulurkan tangannya untuk membantu saya. Bukankah itu menunjukkan ketidak percayaan saya pada Tuhan?


Hari-hari ini apa sih yang kita kuatirkan? Pekerjaan? Skripsi? Pelayanan? Anak? Pasangan hidup? Keluarga? Atau mungkin semuanya?? Semua masalah tertumpuk jadi satu di dalam kepala dan rasanya kita ingin berteriak. Ingin cepat-cepat semua beres. Ingin cepat-cepat semua berakhir. Bahkan ingin berteriak, “ Tuhan, jauhkanlah cawan ini daripadaku!”

Berdiam dirilah. Mungkin hanya setengah jam. Mungkin hanya 1 jam. Berdiam di kaki Tuhan, memandang wajah-Nya dan mengingat Dia Allah yang hidup. Tinggikan Dia dan besarkan nama-Nya, maka jiwa & roh kita pun akan bangkit. Iman kita akan bangkit. Kekuatan kita akan bangkit. Tubuh kita mendapat kekuatan baru. Mata kita melihat lebih jauh. Maka saat itu kita akan mengerti arti dari, masalahku tidak lebih besar dari Allahku.


...dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu… Yesaya 30: 15
.
Ditulis untuk Majalah Pearl 2013




















Saturday, November 12, 2016

It's Time For Giveaway!!


Yippiiii!! Akhirnya bikin giveaway lagiii.

Siapa yang ga suka hadiah?? Hayoo! Hayoo!! Pasti suka kan???

Bulan ini saya mau berbaik hati berbagi dengan teman-teman hadiah yang bikin teman-teman ga cuma cantik tapi juga pinter. Ada 2 buku Menikah Adalah Bunuh Diri (kalau stok habis diganti dengan buku lain) dan 2 lipstik The ONE (merk saya pilihin boleh pilih warna) untuk 2 orang peserta yang menang. Syaratnya apa saja buat dapet hadiah di atas??

1. Buat review 1 produk Oriflame yang paling kamu suka. Semakin informatif review kamu semakin besar kemungkinan kamu bisa menang.

2. Follow account Instagram @lasma_manullang @lasma_makeup dan @double_g230

3. Share foto kamu bareng produk yang kamu review ke IG dan FB dengan hashtag #lasmagiveaway dan mention salah satu account IG yang tadi sudah kamu follow

4. Cantumkan kalimat pernyataan "Review ini dibuat dalam rangka mengikuti giveaway amsalfoje (masukan link giveaway)"  di bawah review yang kamu buat

5. Setelah semua syarat di atas sudah dilakukan, jangan lupa comment DONE di postingan blog ini beserta link ke postingan kamu dan juga alamat IG kamu.

Gampang kan??

Ditunggu sampai hari Jumat, 25 November 2016  pukul 18.00 WIB.

Pengumuman pemenang akan diposting di blog ini yaaa. Hari Rabu, 30 November 2016 pukul 21.00 WIB

Masing-masing pemenang akan saya hubungi lewat IG. Kalau dalam 3 hari tidak ada balasan, saya cari pemenang lain.

Barang dikirim selambatnya 2 minggu setelah pengumuman pemenang.

1 syarat aja tidak terpenuhi dianggap gugur yaaa ;)

Goodluck !!


Mengucap Syukur: Perkembangan Gi Di Usia 2 Tahun 4 Bulan

Kalau kita sedang berada dalam kondisi seperti "dirajam", masalah bertubi-tubi seperti lemparan batu tiada henti, bukan hal yang aneh kita jadi sulit bersukacita.

Masalah lebih sering mendatangkan kesedihan. Kesedihan seperti lubang hasil tancapan paku yang sulit dihilangkan. Apalagi jika lubang yang sama ditancapkan lagi dan lagi. Sukacita jadi terasa jauh. Seperti tidak ada cahayanya.

Lebih tidak enak lagi, entah kenapa kesedihan lebih bertahan lama daripada kebahagiaan. Saat mengingat kesedihan mood kita bisa berubah banyak. Saat mengingat kebahagiaan efeknya tidak sehebat itu.

Mungkin itulah kenapa kebahagiaan lebih mahal harganya. Menurut hukum ekobomi juga begitu kan? Makin banyak permintaan, harga juga naik. Hehehe

Ya tapi daripada mengeluhkan kebahagiaan yang tidak bertahan lama efeknya, toh ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengawetkannya. Momen-momen menggembirakan tidak bisa terulang dua kali kan?

Bersyukurlah kita yang hidup di jaman digital ini. Teknologi bukan lagi barang mahal. Kita bebas merekam momen-momen penting hanya dengan sentuhan jari. Bisa lewat video, foto, bahkan blog ini.

Memang sih kebiasaan ini mungkin akan dianggap pamer atau sok ngartis, tapi seperti di film Into The Wild bilang, kebahagiaan hanya ada saat dibagikan.

Coba cek lagi foto-foto dan video socmed kita, berapa sering kita akan tertawa dan tersenyum lagi melihatnya?? Sepertinya hampir semua orang akan tersenyum dan tertawa berkali-kali. Bahkan FB sampai membuat aplikasi On This Day.

Jadi, karena saya sedang mumet beberapa hari ini, saya mau menuliskan hal-hal yang membuat saya bahagia. Salah satunya perkembangan Gi. Melihat dia tumbuh dan kejutan-kejutan kecil dari kelakuannya seperti mood booster buat saya.

Memang Gi sudah seperti apa di usia 2 tahun 4 bulan??

Fisik

Bisa dibilang Gi anak yang chubby. Gemuk tapi ga gendut. Saya betah berlama-lama memeluk dia mungkin karna badannya yang gempal. Puji Tuhan makannya lancar. Semua yang saya berikan pasti dia makan walau kadang tidak habis. Minum susu pun kuat.

Paling bersyukur, beberapa bulan ini jauh dari RS atau Puskesmas. Padahal biasanya bisa sebulan sekali.

Gi tipe anak yang sangat aktif. Bisa dibilang cerdas secara kinestetik. Dia percaya diri dengan segala gerakan fisiknya. Melompat, berlari, memanjat, naik turun tangga, meniti, menendang bola, jungkir balik. Tidak jarang emak sama bapaknya yang kewalahan mengimbangi geraknya yang lincah.

Kadang kami pikir akan jadi hal yang bagus membawa dia ke kelas gymnastic hehhehee.

Bahasa

Gi bukan anak yang cepat lancar bicara. Tapi saat masuk usia 2 tahun perbendaharaan katanya semakin banyak. Setiap kata-kata baru yang dia ucapkan membuat emaknya terbelalak senang.

Gi lebih banyak membeo akhir-akhir ini. Sebelum-sebelumnya tidak mau membeo sama sekali. Puji Tuhan dengan membeo itu dia belajar bicara juga kan.

Kata-kata apa saja yang sering diucapkan Gi..
- ee (ee atau pipis)
- oma
- pung (opung)
- aki (papa)
- boboi (sendalnya gambar karakter boboboy)
- bobo
- aduhh (kalau ada kejadian yg dia tidak suka)
- yah jatuh (kalau ada barang jatuh, tivi tiba-tiba mati dll).
- nmum (minum)
- apa (kalau minta sesuatu)
- duduk
- oiii (kalau manggil orang)
- ayeyuya (haleluya)
- shaoom (shalom)
- sosana (hosana)
- uah (udah)
- shiii (oishii - jepang, enak)
- kee (oke)
- mam papa (maaf papa)
- isii (permisi)
- aasjijin (awas licin)
- no (jangan/ga mau)
- ajatu (apa tuh?)
- hayoo
- sisang (pisang)
- duku
- hjan (hujan)
- jijak (cicak)
- miauw, puss (kucing)
- tatu, ua, tita, mpat, ma, nam, juh, pan, lan

Emaknya suka dengerin dan ketawa kalau dia ngoceh-ngoceh. Kadang mengikuti anchor berita.

Gi juga sudah bisa menyanyikan beberapa lagu yang biasa saya nyanyikan.
- cicak2 di dinding
- Yesus kuundang
- Yesus sayang pada Gi
- Bapa kudatang padaMu
- Hatiku penuh nyanyian
- Hompila hompimpa
- Satu-satu Gyan sayang Mama
- Dan beberapa lagu Hi5

Sosial

Gi ini salah satu anak yang cuek. Dia mencari orang buat berteman, tapi ga nyari-nyari amat. Entah kenapa kalau sama anak yang takut sama dia, dia malah makin bikin nangis. Ga jarang waktu temannya nangis, dia malah mengikuti suara tangisan temannya (tepok jidad). Kalau anak yang melawan dia, dia bisa lebih akrab.

Gi terlihat lebih antusias saat bermain dengan anak-anak yang lebih besar. Ada anak lain lari-lari, ga pakai babibu dia tertawa dan ikutan berlari.

Sama orang dewasa Gi selalu berusaha membuat dirinya terlihat (ikut sanggar aja kayaknya nih). Tapi dia juga tidak langsung mau digendong atau diajak. Dia akan langsung akrab dengan orang-orang yang mengajaknya bermain (semua anak sepertinya begitu).

Gi juga sudah bisa salim dan bilang dadah secara rutin. Papanya pagi-pagi berangkat sudah langsung bilang " Da Papa." Kadang kalau sedang pura-pura mau pergi juga dadah ke emaknya sambil bawa kotak bekal papanya.

Keterampilan Harian

Gi sudah bisa pup di kamar mandi. Masih bilang ee untuk pipis dan pup. Tapi kalau dia minta duduk berarti beneran mau ee. Kadang dia juga lebih suka cebok sendiri. Emaknya bagian pembersihan terakhir.

Kalau makan snack Gi sudah buang sampah sendiri. Piring atau cangkirnya sudah kosong dia taruh di dapur sendiri (kalau lagi mau). Kadang bantu emaknya masukin baju ke mesin cuci atau bantu taruh baju ke ember buat di jemur. Mencet tombol mesin cuci juga dia antusias. Ngepel Gi sudah bisa sedikit2. Lebih kayak main sih sebenernya, tapi lumayan kebantu emaknya hehhehe.

Kalau emaknya selesai nyeterika, dia sering mau bantu. Emaknya biasanya kasih baju-baju dia aja. Memang sih berantakan, tapi ya gpp. Anaknya seneng.

Kalau main berantakan, mama minta beresin Gi udah nurut walau kadang masih ogah-ogahan. Masih perlu lebih disiplin lagi. Makin gede kan harus makin tanggung jawab dengan barang sendiri ya Gi.

Tidur siang dan tidur malam Puji Tuhan Gi sudah berubah banyak. Biasanya masih suka loncat2, nangis kalau diajak bobo. Sekarang, Gi matiin tv sendiri, naik ke tempat tidur tanpa perlu emaknya paksa.

Masih banyak perkembangan Gi yang lain. Tapi yang paling Mama suka dan ga mau itu berubah kalau Gi datang sama Mama, minta peluk, pangku kayak bayi koala, kita liat-liatan sambil mainin alis dan ketawa-ketawa.

Kadang Mama jengkel kalau Gi bobo di atas dada Mama. Berattt. Tapi Mama juga sukaaa. Selagi Mama bisa, pengen peluk kamu terussss. Kalau udah gede mana bisa lagi tidur di badan Mama kayak bayi koala. Hehehe.

Masih ada 8 bulan lagi sampai Gi usia 3 tahun. Bakal lebih banyak tingkah Gi yang bakal bikin Emaknya berbunga-bunga.

Huhuhuhu

Amsal 17:6 (TB)  Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.


Saat Tidak Tahu Sedang Kuatir

Tadi pagi saya menggambar gambar di atas. Terlihat seperti apa? Tafsirkan masing-masing saja ya hehehe.

Beberapa hari ini saya merasa seperti dijerat dan diikat begitu ketat hingga tidak berdaya. Saya pikir masalahnya adalah keuangan. Tapi saat keuangan membaik, saya tetap merasakan jerat itu. Saya sulit mengucap syukur, sulit bersukacita, dada terasa engap. Sesak seperti ada yang mendorong ingin keluar.

Lalu beberapa menit yang lalu saya bertanya pada Mama kondisi Paman saya yang sedang sakit, tiba-tiba saya langsung merasakan kelepasan. Mewek dan mengucap syukur berkali-kali. Seketika jerat itu terasa lepas. Gumpalan di dada saya tumpah.

Ternyata itulah sumber kegundahan hati saya. Ternyata itulah pencuri damai sejahtera saya. Saya tidak tahu kalau saya sedang kuatir.

Beberapa hari lalu saya mendapat kabar kalau Paman saya masuk iCU karena serangan jantung. Respon saya datar dan memohon pada Tuhan kesembuhan beliau dalam doa. Tapi ternyata saya masih kuatir. Ada keinginan saya yang tidak bisa saya penuhi. Saya tidak bisa berada di sisi beliau, tidak bisa berada di dekat Bibi, Mama dan adik saya untuk memegang tangan mereka. Situasi seperti itu membuat saya frustasi.

Frustasi yang sama saat Opung saya wafat tanpa bisa temui lebih dulu. Frustasi yang sama saat Mama di rumah sendirian tidak ada teman. Saya frustasi, tapi tidak tahu.

Kadang-kadang kalau sudah begini saya jadi merasa bodoh. Saya sedih tidak jelas, marah tidak jelas. Waktu masalah membaik, saya baru sadar itu sumber masalah. Tapi saya sudah keburu berespon salah. Tidak jarang malah "ngambek" sama Tuhan.

Hal seperti ini tidak baik sudah pasti. Betapa sulitnya kita orang timur mengerti perasaan kita sendiri. Perasaan dan emosi yang tidak dikenali serta disalurkan dengan baik pasti akan merusak. Minimal merusak diri sendiri.

Semoga dengan kesadaran ini saya bisa belajar lebih mengelola emosi saya pribadi. Supaya Gi bisa lebih pintar mengelola dan mengekspresikan emosinya juga.

Menuliskan kejadian ini minimal menguatkan ingatan saya tentang rhem hari ini. Terima kasih pada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan situasi-situasi galau saya.

Saya malu pada-Nya. Malu dan bersyukur.

1 Petrus 4:7 (TB)  Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.


Thursday, November 10, 2016

[Review] Love Nature Clay Mask Burdock



Awal bulan ini saya membeli 2 produk baru Oriflame. Bukan sekedar pengen tapi memang mau tahu kualitas produknya. Jadi, kalau ada downline atau pelanggan tanya saya bisa jelaskan.

Di grup sih sering ada yang cerita produknya, tapi penjelasan kota lebih akurat kalau pakai sendiri kan. Hehehhehe.

Untuk postingan kali ini saya mau review masker terbaru dari Love Nature - Oriflame. Produknya ada 3 ekstrak gandum, timun dan burdock. Saya pilih burdock untuk kulit berminyak.

Untuk kemasannya dalam bentuk sachet 10 ml. Setengah saja cukup buat aku pakai. Bisa dipakai 2 x buat saya pribadi.



Cara pakai dan keterangan lainnya bisa dilihat pada bagian belakang kemasan. Sedangkan keterangan kode barang dan bahannya tertulis pada stiker abu-abu yang tertempel di bagian depan.



Aroma masker ini seperti bunga. Cukup kuat. Mungkin seperti itu aroma burdock. Belum pernah nyium aroma aslinya. Saya cukup suka.


Gimana dengan teksturnya? Seperti masker lainnya. Lembut dan pekat. Waktu dipakai ada efek dinginnya.


Cara pakainya aplikasikan ke seluruh wajah lalu diamkan selama 10 menit dan bilas sampai bersih. Bisa pakai air biasa.



Hasilnya?? Mungkin karena saya lebih suka masker gel, saya kurang puas dengan hasil di kulit kalau disentuh. Tapi waktu bercermin dan foto baru kelihatan deh minyak diwajah benar-benar berkurang. Kalau pakai rutin hasilnya pasti lebih kelihatan.



Secara pribadi saya memang kurang suka maskeran. Hihihi. Kalau beli masker kemasan tube pasti tidak habis. Lebih suka masker yang seperti tisue ya (apa ya istilahnya) tapi lebih mahal.

Buat beli lagi saya perlu mikir lagi. Masih mau coba masker Love Nature yang Tea Tree hehhehehe. Penasaran juga dengan yang timun.
Liat nanti deehhh ;)



Nama produk: Love Nature Clay Mask
Bahan : AQUA, KAOLIN, BUTYLENE GLYCOL, BENTONITE, GLYCERIN, SODIUM CITRATE, XANTHAN GUM, PHENOXYETHANOL, IMIDAZOLIDINYL UREA, PARFUM, CITRIC ACID, METHYLPARABEN, HELIANTHUS ANNUUS SEED OIL, PROPYLPARABEN, ETHYLPARABEN, ARCTIUM LAPPA ROOT EXTRACT, CI 77891, CI 77491
Harga :    (cek diskonnya di sini)
Kelebihan: Praktis, aromanya wangi, benar-benar menuntaskan minyak di wajah.
Kekurangan: kurang puas tekstur kulit setelah pakai
Nilai: 3 dari 5
Repurchase? Maybe

Tuesday, November 08, 2016

[Review] Love Nature Tea Tree - Solusi Kulit Berminyak


Akhirnya bikin review produk satu inii. Padahal udah beberapa bulan pakai. Sempet cuti make karna ga ada duit buat beli. Di bulan september diskon. Beli langsung 1 set.

Sunday, November 06, 2016

Happy Mama, Happy Gi


Kesehatan emosional ibu mempengaruhi kesehatan emosional anak akhi-akhir ini sedang saya benar rasakan. Dimana kondisi saya sering menglami konflik batin dan mulai membaik di bulan ini. Saya belajar menerima diri saya sendiri apa adanya sebagaimana Tuhan menciptakan saya. Belajar menerima emosi-emosi yang timbul baik emosi negatif atau pun positif. Belajar menerima kalau saya memang baperan, sensitif, cenderung bersikap pesimis. Saya tidak berusaha merubah diri saya sendiri dengan cara pikir saya. Saya menerimanya dan membiarkan Tuhan meluruskannya. Berfokus melekat pada pencipta saya daripada sibuk menyempurnakan diri terutama tentang keimanan dan intelektualitas.

Baru seminggu saya mengalaminya dan saya mulai melihat bagaimana perubahan hati saya merubah sikap saya dalam menghadapi Gi. Sikap saya pada Gi mengubah perilaku Gi juga. Saat saya menerima diri saya apa adanya, saya bisa lebih mengasihi Gi dengan kelemh lembutan.

Saya belajar untuk membiarkan Gi melakukan yang dia mau dan saya menyampaikan batasannya. Saya belajar mendengarkan keinginan dan kebutuhannya dengan seksama. Gi lebih bisa diajak bekerja sama dan lebih penurut.

Sebagai orang tua memang agak sulit memahami anak. Apalagi kalau anak belum lancar bicara. Belum lagi kondisi diri yang lelah, marah-marah seperti jadi alternatif paling mudah untuk dilakukan.

Padahal ternyata memahami anak cukup dengan empati. Semua orang pernah jadi anak-anak, maka semua orang tua pasti juga tahu apa yang anak harapkan dari diri orang tua. Tinggal orang tua bersedia mendengar atau tidak.

Semoga saja saya makin bisa terlatih untuk mendengarkan hati Gi. Mendengarkan dan berespon dengan benar, bukan mengabaikan seperti yang secara tidak sadar sering saya lakukan. 

Terlebih sebelum itu tentunya saya juga harus belajar mendengarkan kebutuhan saya sendiri. Terutama kebutuhan saya dalam menerima diri sendiri. 

Biar Tuhan yang mampukan. 

Tuesday, November 01, 2016

Gi Toilet Training Part 3

Satu minggu ini sukacita banget. Akhirnya Gi bisa pup di toilet. Ga ada paksaan atau target yang gimana. Memang saya sebagai emaknya yang harus sabar.

Awal-awal, saya dan papanya membiarkannya pup di celana kalau tidak mau ke kamar mandi. Tapi sebisa mungkin waktu dia sudah ambil posisi, kami langsung gendong dia ke toilet.

Sayangnya, lebih sering kejadian, sudah digendong ke toilet, duduk rapih, eh dia batal pup. Ujung-ujungnya pup di celana.

Tapi sejak minggu lalu, dia bilang ee, saya bawa ke toilet ternyata ga pipis. Saya dudukkan di toilet dan menunggu sambil nemenin main air, akhirnya pup juga. Awalnya makan waktu lama, sekarang cuma nunggu 5-10 menit, akhirnya pupnya lancar.

Gi ada sempat melihat saya juga duduk di toilet dan dia tertawa melihat emaknya duduk di toilet. Sepertinya dari situ dia mulai merasa santai.

Setiap kali dia mengeluarkan feses, saya beri pujian dan tepukan tangan. Dari pujian itu, Gi jadi lebih santai duduk di toilet. Puji Tuhan.

Sudah lolos di step ini. Tadinya saya pikir bakal susah banget, tapi ternyata tidak. Tuhan beri banyak hikmat.

Lanjut ke training berikutnya. Supaya Gi bisa bobo malem tanpa perlu popok. Untuk yang ini saya belum siap. Masih meraba-raba kesiapan Gi dibangunkan tengah malam. Akan ada waktunyaa ^^


Friday, October 21, 2016

[Review] Love Nature Lip Balm - Strawberry


Love Nature Lip Balm - Strawberry (31075)

Sudah beberapa bulan ini saya kepikiran untuk membeli lipbalm karena bibir saya tipe yang kering dan mudah pecah-pecah. Biasanya saya memakai Tendercare, tapi terlalu lembab untuk dipakai ke bibir. Akhirnya beli 1 Love Nature Lip Balm ini yang kebeneran lagi diskon di bazar online. Sekalian tutup poin deh jadinya.

Thursday, October 20, 2016

[Curhat] Makanan Orang Miskin

Sekarang ini, sehat itu mahal sepertinya bukan lagi soal biaya rumah sakit dll. Mengingat hidup sehat bukan lagi soal program pemerintah tapi juga soal lifestyle.
pixabay
Selama masa-masa keungan minus, saya merasakan sekali kalau buat sehat itu sama mahalnya dengan biaya rumah sakit. Kayaknya malah lebih mahal biaya hidup sehat. Kalau biaya rumah sakit ada BPJS hohoho.

Wednesday, October 19, 2016

Perpuluhan Di Kala Kekurangan

Pixabay

Gile sih, udah lagi minus begini, masih harus kasih perpuluhan ke gereja. Tuhan tahu kok kalau saya lagi kekurangan. Masih banyak juga jemaat lain yang bayar perpuluhan lebih besar dari penghasilan saya yang cuma seiprit dan buat makan sebulan aja masih kurang.

Males Dandanin Alis? Sulam Alis Aja

pixabay

Ih, sulam alis! Apaan tuh? Bukannya sama dengan tato alis?? Oopsss... Apakah kamu berpikiran sama seperti saya tentang sulam alis? Iya, dulu saya pikir sulam alis itu sama dengan tato alis. Yang berbarti permanen lama dan ga bisa hilang begitu saja.

Tuesday, October 18, 2016

Ubah Warna Lipstick Hanya Dengan Sekali Sentuhan



Di jaman digital sekarang ini, belanja online sudah bukan lagi cara belanja yang asing. Hampir semua orang, terutama perempuan, bisa berbelanja hanya dengan menggunakan komputer dan gadget (yang penting bisa internetan). Apalagi buat ibu-ibu seperti saya yang sibuk, sibuk masak, sibuk urus rumah, sibuk mengasuh anak. Sepertinya mau belanja keluar rumah sudah membayangkan lelahnya duluan. Apalagi kalau cuma untuk beli lipstick :p.

Monday, October 17, 2016

[Blogging] Tutorial: Membuat Studio Mini Sendiri



Dunia perblogingan sekarang ini ternyata berbeda dari beberapa tahun lalu. Beberapa tahun lalu saya menulis tanpa visualisasi itu biasa. Sekarang, visualisasi itu kudu dan harus. Apalagi kalau kita mengisi blog dengan berbagai review produk. Kayaknya kurang kece aja kita foto produk seadanya, bahkan mungkin kualitas gambar cenderung pecah.

Sunday, October 16, 2016

Blogging: Cara Menginstal Template Pada Blogger

pixabay

Bosen dengan template blogger yang itu-itu aja? Pengen punya blog seperti blognya para seleb blog yang minimalis tapi kece? Ternyata caranya gampang banget loohh. Saya juga baru belajar mengubah template saya menjadi lebih minimalis dan nyaman dilihat di minggu ini. Ya, hasil dari mengotak-atik sendiri pastinya.

Saturday, October 15, 2016

Toilette Training Gi Part 2

Setelah dua minggu melakukan toilette training, akhirnya Gi bisa lebih komunikatif kalau sudah mau pipis. Walaupun masih bilang ee padahal cuma pipis. 

Lucunya, meskipun sudah dipakaikan popok, Gi tetap gelisah kalau sudah kebelet mau pipis. Seperti kejadian beberapa hari lalu. Kami sudah siap-siap mau tidur, tapi ini bocah ga tidur-tidur juga. Bolak balik cari posisi nyaman. Tengkurep salah, tidur miring salah, nangis terus-terusan. Emak bapaknya sampai bingung harus gimana.

[ARTIKEL] GA SEMUA ORANG DILAHIRKAN UNTUK SUKSES

Kalau ukuran kita untuk sukses adalah punya uang banyak, menjadi terkenal, punya jabatan tinggi, disegani semua orang... Bayangkan kalau ...